Eko Patrio dan Rahayu Saraswati Kembali Pimpin Rapat di DPR

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dua anggota DPR RI, Eko Patrio dan Rahayu Saraswati atau Sara kembali aktif di DPR. Sebelumnya, Eko yang menjabat Wakil Ketua Komisi VI dinonaktifkan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) selama 4 bulan.

Sementara, Sara yang merupakan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sempat mengundurkan diri dari DPR RI, tapi pengunduran dirinya ditolak.

Penampakan keduanya kembali aktif di DPR terlihat di dua kesempatan yang berbeda.

Sara tampak kembali aktif dengan memimpin rapat di Komisi VII DPR RI bersama Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya di Gedung DPR pada Kamis (22/1).

Di sela rapat, Sara sempat menjelaskan mengapa ia kembali ke DPR meski sempat mengundurkan diri. Katanya, ia mengikuti putusan MKD yang menolak pengunduran dirinya.

“Iya, bahwa ada keputusan yang telah dikeluarkan oleh MKD kemarin sehingga saya sebagai warga negara Indonesia tentunya harus taat hukum,” ucap Sara.

“Dalam hal ini sebagai anggota DPR RI terpilih dari Dapil Jakarta III, mendapatkan kabar bahwa MKD itu mengambil keputusan justru berdasarkan petisi yang telah ditandatangani oleh 10.000 rakyat di Dapil yang memang punya hak sebenarnya kalau ada yang ingin untuk memecat saya ya konstituen yang sebenarnya punya hak,” tambahnya.

Sara menyebut petisi para masyarakat Dapilnya yang tak mau ia mengundurkan diri juga menjadi pertimbangan untuk kembali.

“Tapi ini justru kebalikannya karena mereka menyatakan penolakan terhadap pengunduran diri saya, ya sehingga saya menyadari bahwa kalau saya mau mundur ya harus mengundurkan diri lagi,” ucap Sara.

“Nah dalam hal ini saya menghormati dan bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat, terutama konstituen saya di Dapil, terutama mereka 10.000 lebih yang telah menandatangani petisi yang menaruh harapan dan juga kepercayaan kepada diri saya untuk tetap mewakili suara mereka di sini,” tambahnya.

Politikus Partai Gerindra itu menilai, dirinya punya tanggung jawab untuk mewakili para masyarakat dapilnya yang sudah memilihnya.

“Ya saya rasa terlepas dari dinamika yang terjadi di bulan Agustus dan September, saya punya tanggung jawab bagi mereka,” ucap Sara.

“Kecuali kalau misalkan nanti dari pihak kembali lagi konstituen meminta untuk saya berhenti ya tentunya saya harus minimal mencobalah untuk bisa membuat mereka bangga dan melakukan tugas saya dengan baik,” tutur dia.

Sementara, Eko tampak kembali aktif dengan memimpin rapat di Komisi VI DPR RI bersama Dirut Perum Bulog di Gedung DPR RI pada Rabu (21/1) kemarin.

"​Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat kepada kita semuanya, sehingga kita dapat hadir dalam RDP Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat," ujar Eko.

Dalam rapat itu, Sekjen PAN itu melaporkan bahwa terjadi rotasi anggota DPR dari Fraksi PDI-P di Komisi VI.

​"Ada pergantian, dan belum hadir yang menggantikan, yaitu Bu Dewi Juliani dan juga Pak Sturman Panjaitan, menggantikan Ibu Rieke Diah Pitaloka dan juga Ibu Sadarestuwati, terhitung mulai tanggal 13 Januari 2026," kata Eko.

Belum ada keterangan dari Eko ihwal kembali aktif di DPR. kumparan sudah mencoba menghubungi Politisi PAN itu, namun belum ada balasan.

Adapun Eko Patrio dinonaktifkan MKD pada November lalu, berkaitan dengan kerusuhan Agustus. Saat itu, Eko dinilai melanggar kode etik dengan memarodikan video sound horeg. Ketika video itu diunggahnya, masyarakat tengah menyorot aksi joget-joget anggota DPR di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD.

MKD menghitung Eko nonaktif sejak dirinya dinonaktifkan oleh partai pada awal bulan September.

Sementara, Sara mengundurkan diri dari DPR tak lama usai kerusuhan Agustus. Ia menilai dirinya telah menyakiti perasaan masyarakat dengan pernyataannya di sebuah podcast. Tapi, MKD menolak pengunduran diri Sara.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Athena Yunani
• 4 jam laludetik.com
thumb
Kepala BPOM Dukung Kimia Farma Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bon Jowi Kecewa Majelis KIP Tolak Hadirkan Jokowi
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Indonesia-Inggris Komitmen Garap Pembangunan 1.582 Kapal Nelayan, Bisa Serap 600 Ribu Tenaga Kerja
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Forum Bahtsul Masail Minta Rais Aam Segera Gelar Muktamar ke-35 NU
• 23 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.