BARRU, FAJAR – Proyek pembangunan saluran irigasi Lanrae di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, belum rampung. Proyek ini dianggarkan pada 2025.
Kegiatan fisik proyek tidak dilengkapi papan informasi maupun tanda lain. Diduga kegiatan tersebut merupakan bagian dari Paket I proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi pada September 2025 yang menyeberang ke 2026.
Proyek ini dikerjakan PT Adhi Karya melalui Departemen Infrastruktur II dengan mendapatkan kontrak proyek rehabilitasi jaringan utama Daerah Irigasi (DI) kewenangan pemerintah daerah di Sulsel.
Kendati demikian tampak di lokasi kegiatan pekerjaan plasteran dinding dan topi pondasi serta pemasangan batu lantai saluran yang sebagian telah rampung maupun yang dalam proses finishing, Selasa, 20 Januari 2025.
“Jika melihat kondisi saluran Irigasi Pembuang sejak dikerjakan pada Desember 2025 lalu terdapat beberapa item kegiatan diduga memakai bahan material lama,” ungkap seorang warga Nepo, kemarin.
“Kemudian ditambahkan dengan material baru untuk pemasangan batu pondasinya sebab kondisi saluran pembuang sebelumnya masih kuat dan bagus,” sambungnya saat ditemui di sekitar lokasi pembangunan saluran irigasi Lanrae.
Sementara itu salah satu pekerja mengatakan pembangunan rehabilitasi saluran Pembuang Desa Nepo merupakan kegiatan subkontraktor dari PT Adhi Karya. Ada beberapa kegiatan ada di Lanrae dan Topporeng.
“Kami yang kerjakan saluran pembuang, Pak, yang saat ini sudah tahap pekerjaan plesteran pasangan batu pondasi,” ungkapnya.
“Kami hanya pekerja lapangan dan memang agak lambat penyelesaian kegiatan, mengingat kondisi, Pak,” katanya.
Faktor cuaca menjadi kendala utama beberapa waktu lalu. “Adapun untuk lebih jelasnya, Pak, dapat berhubungan lansung dengan pemilik kegiatan subkontraktor dari PT Adhi Karya,” jawabnya singkat. (mrl)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480671/original/081101600_1769063857-IMG_0420.jpeg)

