Pria yang Menciptakan Sepatu Hak Tinggi Itu

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Seorang teman pernah bertanya:  “Siapa orang pertama yang memakai sepatu hak tinggi? Pasti dia adalah wanita paling modis di dunia pada zamannya.”

Faktanya, orang pertama yang memakai sepatu hak tinggi bukanlah seorang wanita, melainkan seorang pria—bahkan seorang raja.

Dia adalah Louis XIV, Raja Prancis. Tingginya hanya sekitar 160 sentimeter. Raja yang dijuluki Raja Matahari ini memang bertubuh kecil, tetapi ambisinya luar biasa besar.

Masa pemerintahannya adalah yang terpanjang dalam sejarah Eropa—dari 1643 hingga 1715. Dia memimpin Prancis berperang melawan hampir seluruh negara besar Eropa dalam empat perang besar. Dia juga membangun istana megah yang berkilau, lengkap dengan taman-taman luas, yang kita kenal sebagai Istana Versailles.

Namun, semua pencapaian gemilang itu tetap tidak mampu memuaskan kesombongan pribadinya. Soal tinggi badan, Louis XIV selalu merasa kurang. Dia sangat ingin tampil memukau dan menerima pemujaan rakyat sebagai sosok yang agung dan mengesankan.

Untungnya, pria bertubuh kecil biasanya tidak kekurangan akal. 

Louis XIV menemukan solusinya: dia mengenakan wig tinggi menjulang, serta sepatu hak setinggi 5 inci yang terbuat dari gabus. Dengan “kecurangan” ini, dia bisa berdiri sejajar dengan orang-orang yang secara alami lebih tinggi darinya.

Agar kaum bertubuh tinggi merasa gentar, sepatu-sepatu itu dihiasi lukisan kemenangan militer Prancis—tentu saja, kemenangan yang diklaim sebagai hasil kepemimpinannya.

Pada masa itu, Istana Versailles dipenuhi para dayang muda yang cantik. Hidup istana yang membosankan membuat mereka kerap menyelinap keluar untuk bersenang-senang. 

Ada yang memberi saran kepada raja: jika dibuatkan sepatu yang menyulitkan mereka bergerak, mereka tidak akan mudah kabur dari istana.

Louis XIV menganggap ide itu masuk akal. Dia memerintahkan para pembuat sepatu untuk merancang alas kaki yang aneh dan merepotkan, khusus untuk “mendisiplinkan” para dayang yang gemar kabur. Saat itu, aktor tragedi di panggung Prancis mengenakan sepatu teater dengan alas tinggi penuh. Dari sanalah sang pembuat sepatu mendapat inspirasi, lalu menciptakan sepatu dengan bagian tumit yang tinggi dan terangkat ke belakang—cikal bakal sepatu hak tinggi.

Bisa dibayangkan betapa “puasnya” Louis XIV ketika melihat prototipe sepatu hak tinggi pertama dalam sejarah. Tanpa ragu, itu adalah alat penyiksaan yang elegan, cukup untuk membuat para dayang yang bandel menyerah.

Ketika para dayang melihat sepatu hak tinggi dengan bentuk aneh itu, mereka menjerit ketakutan dan menolak habis-habisan. Namun perintah raja tak bisa dibantah. Akhirnya, dengan wajah muram, mereka pun terpaksa memakainya.

Di sinilah keajaiban terjadi. Kita mau tak mau harus mengagumi daya adaptasi perempuan. Setelah melewati masa penyesuaian, para dayang mulai bisa berjalan dengan cukup luwes memakai “alat penyiksaan” tersebut. Memang tak lagi bisa berlari kencang seperti dulu, tetapi juga tidak sampai tertatih-tatih.

Lebih dari itu, mereka menemukan sebuah kejutan besar: sepatu hak tinggi membuat mereka terlihat jauh lebih anggun dan memesona. Dibandingkan dengan daya tarik itu, rasa sakit yang ditimbulkan terasa sepele. Mereka bahkan rela membayar harga yang lebih mahal demi efek tersebut.

Jika ingin membuat orang bodoh menabrak tembok, adakan lomba menabrak tembok.
Jika ingin membuat perempuan tertipu, cukup katakan bahwa itu adalah mode.

Bayangkan saja, sepatu hak tinggi menyebar ke seluruh Eropa dengan kecepatan sepuluh kali lebih ganas daripada wabah, hingga akhirnya menguasai dunia.

Louis XIV yang agung tidak pernah menyangka bahwa ini adalah penaklukan terindah dalam hidupnya. Wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh pasukannya, justru berhasil ditaklukkan oleh sepatu hak tinggi.

Dia membuat perempuan benci sekaligus cinta, karena hubungan perempuan dengan sepatu hak tinggi memang selalu penuh dilema.

Suatu hari, seorang pegawai kantoran perempuan yang kelelahan mengeluh : “Mengapa perempuan harus menanggung penderitaan memakai sepatu hak tinggi, sementara pria tidak? Sepatu terkutuk ini! Aku lebih rela bertelanjang kaki. Siapa sih yang menciptakan sepatu hak tinggi? Aku benar-benar ingin membunuhnya!”

Aku menjawab santai :  “Kecuali kamu bisa naik mesin waktu, kembali ke Prancis abad ke-17, lalu membunuh Louis XIV. Tapi sebaiknya kamu bertanya dulu pada perempuan lain—belum tentu mereka setuju.”

Setidaknya, Marilyn Monroe pasti tidak akan mendukung rencana itu. 

Dia pernah berkata:“Siapa pun orang yang menciptakan sepatu hak tinggi, saya rasa perempuan berutang budi kepadanya.” (jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pilih Mawa? Kuasa Hukum Insanul Fahmi Ungkap Kemungkinan Ceraikan Inara Rusli
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
Basarnas Segera Serahkan Black Box ATR 42-500 ke KNKT
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Enzy Storia Cantik Bersinar, Brand Primer Wajah Andalan untuk Hasil Flawless
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Iman Zanatul Haeri: Kurang Jelas Apa Kesejahteraan Guru Berkurang akibat MBG?
• 2 jam lalufajar.co.id
thumb
Ammar Zoni Lebih Glowing Berkat Dokter Kamelia, Aditya Zoni: Semoga Cintanya Tidak Sementara
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.