Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga minyak goreng rakyat Minyakita akan berangsur turun dan mendekati harga eceran tertinggi (HET) sebelum Ramadan 2026, meski saat ini harga Minyakita di sejumlah daerah masih relatif tinggi.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan penurunan harga Minyakita diharapkan terjadi seiring dengan implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 (Permendag 23/2025) yang mulai berlaku pada 26 Desember 2025.
“Sebelum puasa [Minyakita sesuai HET Rp15.700 per liter]. Akhir Januari atau awal Februari [2026],” kata Iqbal saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Iqbal menuturkan, saat ini harga rata-rata Minyakita bertahan di level Rp16.800 per liter selama tiga bulan terakhir, meski masih melampaui HET Rp15.700 per liter.
Untuk diketahui, Permendag 43/2025 mengatur kewajiban pemenuhan domestic market obligation (DMO) minimal 35% oleh produsen kepada BUMN Pangan, termasuk Bulog dan ID Food. Dalam aturan tersebut, BUMN diwajibkan melaporkan realisasi penyerapan setiap tanggal 10 agar pemerintah dapat memantau pelaksanaan DMO secara faktual.
Berdasarkan data realisasi 1 Januari—20 Januari 2026, pemenuhan DMO Minyakita kepada BUMN Pangan baru mencapai sekitar 14%. Meski demikian, Iqbal menyebut pemerintah telah menjalin komunikasi dengan sejumlah produsen, bahkan beberapa di antaranya sudah menandatangani kontrak dan siap memenuhi batas minimal 35%.
Baca Juga
- DMO Minyakita Anjlok, Kemendag Tekankan Wajib Pasok 35% ke BUMN
- Mendag Pastikan Minyakita Banjiri Papua Cs Jelang Tahun Baru 2026
- Bulog Atur Ketersediaan Minyakita di Seluruh RI Mulai Januari 2026
Iqbal menambahkan, kebijakan pemenuhan DMO diharapkan dapat menarik harga Minyakita agar kembali sesuai HET. Namun, dia menegaskan kebutuhan minyak goreng nasional tidak hanya bergantung pada Minyakita.
Menurutnya, pasar minyak goreng domestik juga diisi oleh produk premium yang saat ini relatif stabil di kisaran Rp22.000–Rp23.000 per liter, serta merek second brand lainnya di rentang Rp19.000–Rp20.000 per liter. Di sisi lain, Minyakita, lanjut dia, ditujukan khusus bagi masyarakat menengah ke bawah.
Lebih lanjut, Iqbal memastikan ketersediaan DMO pada Januari 2026 masih aman dan proses produksi terus berjalan. Tercatat, realisasi pasokan DMO mencapai sekitar 70.000–80.000 ton hingga pekan ketiga Januari.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga minyak goreng kemasan sederhana Minyakita pada pekan ketiga Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Harganya naik 0,05% menjadi Rp17.417 per liter, atau masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.





