China menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam membangun dunia yang bersih dan indah melalui pengembangan energi hijau dan teknologi ramah lingkungan.
Dilansir dari Xinhua, Kamis (22/1), Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun mengatakan kapasitas produksi hijau negaranya tidak hanya memperkuat pasokan energi domestik, tetapi juga membuka peluang besar bagi negara-negara dari Global South.
Baca Juga: QRIS Bisa Dipakai di China dan Korea Selatan Kuartal I 2026, BI Lanjutkan ke India
Guo menegaskan produk dan teknologi energi baru negaranya memiliki kualitas tinggi dan harga terjangkau, sehingga mampu memenuhi kebutuhan mendesak negara berkembang akan energi berkelanjutan dan terjangkau, sekaligus menjadi alternatif nyata bagi bahan bakar fosil.
Ia mencontohkan kinerjanya di Afrika. China telah menjalin kerja sama energi bersih dengan lebih dari separuh negara di benua tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Ratusan proyek energi baru telah berjalan dan membantu mengubah keunggulan sumber daya wilayah tersebut menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.
Model kerja sama seperti “fotovoltaik plus pertanian” serta “pembangkit listrik tenaga air kecil plus akuakultur” dinilai tidak hanya mengatasi kekurangan listrik dalam wilayah pedesaan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi serta sosial setempat.
“Transisi hijau tidak hanya mendukung pembangunan berkelanjutan umat manusia, tetapi juga membantu menjaga hak semua negara untuk berkembang secara setara,” kata Guo.
Baca Juga: Xi Jinping Dorong Manufaktur dan Konsumsi Domestik China
Ia menegaskan pihaknya siap melanjutkan kerja sama global untuk mewujudkan dunia yang bersih dan hijau.




