Taman Kota Jakarta, Ruang Publik atau Sekadar Hiasan?

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pepohonan rindang, bangku taman yang tertata, hingga jalur pedestrian yang rapi kerap menjadi wajah yang ditampilkan taman-taman di Jakarta Pusat.

Secara visual, ruang terbuka hijau (RTH) tersebut tampak memenuhi fungsi estetika kota.

Namun, apakah taman-taman ini benar-benar hidup sebagai ruang publik, atau sekadar pajangan kota.

Di Taman Suropati, kesan asri langsung terasa begitu memasuki area taman.

Baca juga: Menelisik Fungsi Taman Kota di Jakarta Pusat, Apakah Warga Memanfaatkannya?

Pohon-pohon besar menaungi hampir seluruh kawasan, menghadirkan suasana sejuk di tengah lalu lintas padat Menteng.

Namun, di balik kerindangan itu, aktivitas warga justru minim.

Dimas (27), warga yang rumahnya tidak jauh dari Taman Suropati, mengatakan taman ini lebih terasa sebagai ruang hijau penyangga lingkungan ketimbang ruang publik untuk bersantai.

“Kalau buat jogging atau olahraga ringan masih oke. Tapi kalau buat santai lama atau kumpul keluarga, kayaknya memang kurang,” ujar Dimas saat ditemui usai berlari kecil mengitari taman, Rabu (21/1/2026).

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Suasana pelataran Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, tampak lengang setelah diguyur hujan, Rabu (21/1/2026).

Menurut Dimas, persoalan utama Taman Suropati terletak pada minimnya fasilitas pendukung untuk berlama-lama.

Meski bangku taman tersedia cukup banyak, hampir seluruhnya berada di ruang terbuka tanpa pelindung.

“Kursinya banyak, tapi enggak ada yang teduh. Kalau panas atau hujan, ya enggak bisa lama-lama di sini,” kata dia.

Baca juga: Jakarta Banjir dan Macet, Sejumlah Rute Transjakarta Terganggu

Masalah lain adalah akses dan parkir. Dimas menilai lokasi taman yang berada di dekat persimpangan lampu lalu lintas dan tidak tersedianya area parkir membuat warga dari luar kawasan enggan mampir.

“Parkiran enggak ada yang dekat. Orang luar juga males berhenti. Jadi yang ke sini ya paling warga sekitar atau orang kantor dekat sini,” ucap Dimas.

Kondisi tersebut membuat Taman Suropati lebih sering dinikmati secara visual hijau, rapi, dan tenang namun minim interaksi sosial yang intens.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Taman Menteng: Digunakan Tapi Sebatas Singgah

Berbeda dengan Suropati, Taman Menteng masih menunjukkan denyut aktivitas warga, meski dalam skala terbatas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OJK Kembalikan Dana Nasabah Korban Scam Senilai Rp161 Miliar
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hujan Sangat Lebat hingga Ekstrem Masih Mengintai Jakarta sampai Besok
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Waspada, Hujan Ringan-Lebat Berpotensi Landa Jakarta hingga 27 Januari 2026
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Permintaan Khusus Tomas Trucha? Kerja Keras Manajemen PSM Amankan Tanda Tangan Todor Todoroski
• 49 menit laluharianfajar
thumb
Jarum Suntik Halal Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan, Diharapkan Jadi Tonggak Kemandirian Industri Medis
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.