Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan program Warung Milik Rakyat (Wamira) yang targetnya akan mulai dilaksanakan pada Maret 2026 mendatang. Saat menjadi Bupati Kulon Progo, Hasto juga memiliki program dengan nama yang mirip, yakni Tomira atau Toko Milik Rakyat.
Hasto mengatakan, pada tahap awal akan dibentuk 14 kios Wamira, sesuai dengan jumlah kemantren atau kecamatan di Kota Yogya. Saat ini, Pemkot Yogya menurut dia masih berada pada tahap awal tahun anggaran untuk menyiapkan mekanisme belanja program tersebut.
“Mestinya bulan Maret kita sudah bisa action,” katanya saat ditanyai Pandangan Jogja, Kamis (22/1).
Hasto menjelaskan, Wamira disiapkan sebagai kepanjangan tangan dari Warung Segoro Amarto yang selama ini beroperasi di pasar-pasar dengan harga standar. Program ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.
Menurut dia, pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan barang, tetapi juga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Karena itu, Warung Segoro Amarto perlu diperbanyak hingga menjangkau wilayah permukiman.
“Kalau harga pasar naik, masyarakat bisa larinya ke Warung Segoro Amarto,” ujarnya.
Wamira akan berbentuk warung kecil yang tersebar di kampung-kampung. Pada tahap awal, jumlahnya disesuaikan dengan jumlah kecamatan di Kota Yogyakarta, yakni 14 kecamatan.
“Kalau kita menginisiasi 14, saya kira sangat merata dan adil,” kata Hasto.
Ke depan, apabila program berkembang, jumlah Wamira ditargetkan meningkat hingga menjangkau seluruh kelurahan di Kota Yogyakarta yang berjumlah 45 kelurahan.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2023%2F01%2F31%2Fec032a18-dec3-4e0d-9f3c-726624d793cd.jpg)