Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memperketat seleksi penerima Beasiswa Pemuda Tangguh. Hal ini menyusul ditemukannya sejumlah penerima yang dinilai tidak tepat sasaran.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, Kamis (22/1/2026), mengatakan pengetatan ini supaya program beasiswa benar-benar diterima oleh mahasiswa dari keluarga pra sejahtera.
Proses skrining awal akan diperketat dengan beberapa tahapan tambahan. Pertama, Pemkot memastikan setiap calon penerima beasiswa benar-benar berasal dari keluarga pra sejahtera.
Kedua, Pemkot akan melibatkan karang taruna hingga pengurus RW di masing-masing wilayah untuk melakukan evaluasi awal terhadap calon penerima.
“Pengurus kampung untuk memastikan apakah layak menerima atau tidak,” tegasnya.
Ketiga, Pemkot Surabaya akan memastikan data ekonomi keluarga yang diisi mahasiswa pada formulir pendaftaran perguruan tinggi, khususnya terkait penghasilan orang tua, sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“(Contohnya) kalau enggak mampu ya tulis Rp1 juta,” tandas Eri.
Adapun pengetatan seleksi ini dilakukan setelah Pemkot menemukan adanya penerima Beasiswa Pemuda Tangguh yang berasal dari kalangan mampu. Bahkan, ada temuan anak pejabat yang lolos sebagai penerima beasiswa melalui jalur mandiri dengan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) tinggi. (lta/bil/ham)




