FAJAR, JAKARTA- Film orisinal Netflix terbaru “Tygo” dibintangi oleh Lisa BLACKPINK, Ma Dong-seok, dan Lee Jin-uk.
Film yang akan tayang di 2026 ini diketahui melakukan syuting di Kawasan Karst Citatah Kabupaten Bandung Barat.
Jika rilis nanti, film ini menjadi debut Lisa BLACKPINK di layar lebar. Sebelumnya, debut aktingnya dimulai melalui serial “The White Lotus 3”.
Netflix telah resmi mengumumkan proyek film Tygo pada Desember 2025. Film ini merupakan spin-off dari waralaba Extraction yang akan disutradarai oleh Lee Sang-yong.
Proyek film Tygo yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun ini akhirnya diproduksi oleh Big Punch Pictures dan AGBO, bersama rumah produksi lainnya yakni Nova Film dan B&C Content.
Sinopsis
Film “Tygo” menceritakan perjalanan Tygo (Ma Dong-seok), seorang mantan tentara anak yang tumbuh besar di tengah peperangan dan kini menjalani hidup keras sebagai tentara bayaran.
Tygo dikenal sebagai sosok yang hanya peduli pada bertahan hidup di medan pertempuran, namun ia memiliki ikatan emosional yang sangat dalam dengan Ria (Lisa BLACKPINK), rekan satu tim sekaligus sahabat masa kecil yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.
Konflik utama dimulai ketika sebuah operasi rahasia tim mereka berakhir kacau. Dalam kekacauan tersebut, Ria diculik oleh jaringan kriminal internasional yang dipimpin oleh Arman Choi (Lee Jin-uk), seorang tokoh antagonis misterius yang memiliki kekuatan besar di dunia bawah tanah Korea.
Demi menyelamatkan Ria, Tygo harus melancarkan misi penyelamatan berbahaya seorang diri untuk menembus lapisan pertahanan organisasi kriminal yang kejam. Perjalanan ini tidak hanya menjadi ujian kekuatan fisik Tygo di dunia kriminal yang brutal, tetapi juga memaksanya menghadapi trauma masa lalu yang selama ini ia tekan.
Sebelumnya, Pengelola objek wisata Karst Citatah, Ikbal Kamal Pasya, mengatakan pemilihan lokasi ini merupakan hasil rekomendasi rumah produksi dan riset panjang tim produksi.
“Jadi awalnya ada vendor lokal, yang menghubungi kita, kemudian mereka survei di bulan November 2025. Beberapa kali survei, akhirnya ada kepastian penggunaan kawasan objek wisata ini di bulan Desember 2025,” kata Ikbal.
Menurut dia, kebetulan alam Karst Citatah ini mendekati dengan apa yang mau mereka bikin. Relasi tersebut, kata dia, memang menawarkan, secara geografis katanya mendekati apa yang mereka harapkan. Seperti jembatan yang secara tidak langsung memang mereka butuhkan.
Demi kelancaran produksi, pengelola menutup sementara objek wisata alam tersebut. Hal ini dilakukan karena tim produksi membutuhkan waktu cukup lama untuk membangun set yang detail.
“Ditutup 27 Desember 2025 sampai 28 Januari 2026, itu untuk kebutuhan persiapan dan penataan area destinasi sesuai kebutuhan produksi film. Untuk setup area sepenuhnya oleh tim produksi, kami enggak ada keterlibatan,” ucap Ikbal.
Tak hanya soal lahan, Ikbal juga berperan menjembatani tim produksi dengan perusahaan tambang di sekitar lokasi. Langkah ini diambil demi menjaga ketenangan selama proses pengambilan gambar.
“Syuting itu sampai tanggal 22 Januari, kemudian tanggal 27 setup ini akan dibereskan lagi dalam waktu sekitar 1 mingguan. Kemudian beres dari situ kita akan buka lagi,” ucap Ikbal.
Sedangkan Pemkab Bandung Barat, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaa sudah menerima surat pemberitahuan resmi dari pihak perusahaan penyelenggara syuting sejak tanggal 18 Desember 2025.
(*)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480364/original/014793200_1769054699-IMG-20260122-WA0025.jpg)
