Semua Susu Sama? Kenali Beda Susu Segar, Rekombinasi, dan Rekonstitusi

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pernahkah Anda memperhatikan label kemasan susu saat berbelanja di supermarket? Jika pernah, maka Anda akan melihat beberapa istilah dalam komposisi produk tersebut, seperti susu segar, susu rekombinasi, dan susu rekonstitusi. Tapi, benarkah semua susu itu sama?

Tidak sedikit konsumen yang merasa tertipu ketika mengetahui bahwa susu yang diminum sehari-hari ternyata bukan susu segar. Padahal, perbedaan jenis susu bukan soal asli atau palsu, melainkan soal bahan baku dan proses pengolahannya. Di sinilah pentingnya memahami perbedaan antara susu segar, susu rekombinasi, dan susu rekonstitusi.

Apa yang Disebut Susu?

Secara sederhana, susu adalah cairan bergizi yang dihasilkan dari pemerahan hewan mamalia, seperti sapi atau kambing. Namun, dalam industri pangan, susu jarang dikonsumsi langsung tanpa proses. Untuk alasan keamanan, daya simpan, dan distribusi, susu harus diolah. Dari proses inilah lahir berbagai jenis susu yang beredar di pasaran.

Tiga istilah yang sering muncul, namun kerap membingungkan, adalah susu segar, susu rekombinasi, dan susu rekonstitusi.

Susu Segar: Paling Alami, Tapi Tidak Sederhana

Susu segar adalah susu yang diperoleh langsung dari hasil pemerahan, kemudian mengalami perlakuan minimal seperti penyaringan, pendinginan, dan pemanasan (pasteurisasi atau sterilisasi). Secara bahan baku, susu segar berasal 100% dari susu cair hasil perahan, tanpa rekayasa komposisi.

Karakter susu segar biasanya memiliki citra alami, aroma khas, dan kandungan gizi yang relatif utuh. Namun, susu segar juga sangat sensitif terhadap kontaminasi mikroba. Tanpa penanganan yang baik, susu mudah rusak dan beresiko bagi kesehatan. Inilah sebabnya susu segar memiliki keterbatasan daya simpan dan distribusi.

Susu Rekombinasi: Diformulasi Ulang untuk Kebutuhan Industri

Susu rekombinasi sering disalahpahami sebagai "susu campuran" yang kualitasnya lebih rendah. Padahal, secara teknis susu rekombinasi adalah susu yang dibuat dengan mengombinasikan kembali komponen susu, seperti protein susu, lemak susu atau lemak nabati, air, serta bahan tambahan pangan yang diizinkan.

Berbeda dengan rekonstitusi yang berasal dari satu bahan utama (susu bubuk), rekombinasi memungkinkan industri mengatur komposisi sesuai kebutuhan produk, misalnya kadar lemak tertentu, stabilitas selama penyimpanan, atau harga yang lebih terjangkau.

Produk susu rekombinasi sangat umum di pasaran dan legal selama memenuhi standar keamanan dan mutu pangan. Kuncinya ada pada tranparansi label dan kepatuhan pada regulasi.

Susu Rekonstitusi: Dari Bubuk Kembali Menjadi Cair

Berbeda dengan susu segar, susu rekonstitusi dibuat dari susu bubuk yang dilarutkan kembali dengan air. Susu bubuk sendiri berasal dari susu segar yang dikeringkan melalui proses tertentu untuk memperpanjang masa simpan.

Proses rekonstitusi memungkinkan susu diproduksi fan didistribusikan dengan lebih stabil, tidak tergantung musim, dan lebih efisien secara logistik. Dari sisi kandungan gizi, susu rekonstitusi tetap mengandung protein, laktosa, mineral, dan lemak susu, meskipun beberapa komponen sensitif panas dapat mengalami penurunan selama proses pengeringan.

Susu rekonstitusi banyak digunakan sebagai bahan baku susu cair siap minum, susu kental, maupun produk olahan lainnya.

Jangan Sampai Tertukar

Secara ringkas, perbedaan ketiganya dapat dilihat dari bahan baku dan prosesnya. Susu segar berasal dari hasil perahan tanpa ada penambahan bahan lain dan belum diolah sama sekali kecuali didinginkan saja. Susu rekombinasi merupakan hasil formulasi ulang berbagai komponen susu. Sementara, susu rekonstitusi berasal dari susu bubuk yang dilarutkan kembali.

Dari sisi gizi, ketiganya tetap bisa menjadi sumber gizi penting, selama diproduksi sesuai standar. Tidak adil menilai kualitas susu hanya dari jenisnya, tanpa melihat bagaimana proses dan pengawasannya.

Soal Gizi dan Keamanan: Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan "mana susu yang paling bergizi?" sering muncul. Jawabannya tidak sesederhana memilih satu jenis. Kandungan gizi susu dipengaruhi oleh bahan baku, proses pengolahan, serta fortifikasi yang ditambahkan.

Susu segar unggul dalam kealamian, tetapi menuntut penanganan yang sangat ketat. Susu rekonstitusi dan rekombinasi unggul dalam stabilitas dan keterjangkauan. Dari sisi keamanan pangan, semua jenis susu aman dikonsumsi jika diproduksi sesuai standar dan disimpan dengan benar.

Cara Cerdas Memilih Susu

Sebagai konsumen, langkah paling penting adalah membaca label. Perhatikan daftar komposisi, jenis susu yang digunakan, serta informasi nilai gizi. Pilih susu sesuai kebutuhan: untuk anak-anak, lansia, atau konsumsi harian keluarga.

Memahami jenis susu juga membantu kita bersikat lebih bijak terhadap produk lokal dan industri pangan, tanpa terjebak pada stigma "susu asli" versus "susu pabrik".

Semua Susu Punya Tempatnya

Tidak semua susu harus sama, dan tidak semua orang membutuhkan jenis susu yang sama. Susu segar, rekonstitusi, ataupun rekombinasi masing-masing hadir sebagai jawaban atas kebutuhan yang berbeda.

Dengan informasi yang tepat, konsumen tidak lagi sekadar minum susu, tetapi minum dengan kesadaran (tahu apa yang dikonsumsi), mengapa memilihnya, dan apa manfaatnya bagi tubuh.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari Italia Utara ke Asia Tenggara: Koleksi Chanel Cruise 2026 di Singapura
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Hilirisasi Pangan Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Ayam Terintegrasi
• 7 jam lalumediaapakabar.com
thumb
BPBD Situbondo Imbau Pengguna Jalan Terkait Banjir Material Batu Lumpuhkan Jalur Pantura
• 13 jam lalunarasi.tv
thumb
Ikut Terseret dalam Buku Aurelie Moeremans, Eza Gionino Buka Suara
• 8 jam lalucumicumi.com
thumb
Menpora: Olahraga dan Pemuda Jadi Kunci, Jakarta Siap Jadi Magnet Sport Tourism Dunia
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.