KBRI Phnom Penh mengungkapkan, ada sekitar 1.726 WNI pekerja scam yang mendatangi mereka per Kamis (22/1). Tentu saja, KBRI tak mampu menampung mereka semua karena keterbatasan tempat.
Tapi KBRI tetap membantu mereka mencari penginapan hingga menyediakan tempat bernaung sementara, sambil menunggu surat-surat keimigrasian agar para WNI ini bisa pulang ke tanah air.
"WNI diarahkan cari penginapan di berbagai guest house. Awalnya agak sulit, karena ada peraturan baru, jika seseorang tidak punya dokumen perjalanan, seseorang tak bisa check-in. Tapi dari upaya kita koordinasi dengan banyak pihak di Kamboja, maka mereka bisa masuk guesthouse yang ada," kata Dubes RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, Kamis (22/1).
Santo juga menyebut, bagi WNI yang tak punya dana sama sekali untuk menyewa penginapan KBRI membantu mereka. Mereka menyediakan tempat sederhana sebagai tempat menginap.
"Bagi mereka-mereka, KBRI telah mengupayakan penampungan sementara di mana mereka di sana, dan kita beri logistik dan lain-lain. Banyak yang di sana, tapi kita beri mereka basic. tempat tidur, mandi, dan makan," ucap Santo.
Lalu, KBRI juga berkoordinasi dengan pemerintah Kamboja terkait keamanan para WNI yang tinggal di penginapan-penginapan sambil menunggu persyaratan mereka keluar dari Kamboja.
"Sebagai contoh di warehouse, di situ ada pengamanan dari kepolisian setempat. Jadi mereka tak perlu khawatir di Razia atau digerebek, plus juga pengamanan KBRI. Karena kita harus pastikan KBRI kondusif, agar bisa terima semua yang datang," kata Santo.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5406821/original/098622000_1762606651-IMG_1607.jpeg)



