JAKARTA, KOMPAS.com - Safitri (23), karyawan swasta yang berkantor di Kuningan, Jakarta Selatan mengaku sudah sangat lelah terjebak banjir, Kamis (22/1/2026).
Safitri tinggal di Palmerah dan setiap hari harus berjibaku dengan transportasi umum ketika berangkat dan pulang bekerja.
"Iya dengan banjir ini lelah banget. Karena kan dengan adanya banjir di beberapa titik, kita jadi terbatas mobilitasnya. Mau ke tempat ini susah, mau naik TransJakarta, juga terhambat macet," ujar Safitri kepada Kompas.com, Kamis.
Baca juga: Pela Mampang Jaksel Banjir Hampir 1 Meter, Mobilisasi Warga Pakai Perahu Karet
"Mau naik ojol (Ojek Online) juga susah, karena ojol biasanya nggak mau ngambil ke titik-titik itu. Mereka riskan motornya mogok," keluhnya.
Sebagai warga yang baru bekerja, Safitri merasa sangat dirugikan saat kesulitan mencapai kantor. Ia kerap tidak enak dengan atasan ketika datang terlambat akibat banjir.
Sehingga ia berharap pemerintah provinsi DKI Jakarta serius mengatasi persoalan tersebut.
"Pak Pramono (Gubernur Pramono Anung), semoga Pak Pram bukan hanya sekadar janji gitu kepada kita untuk mengatasi banjir ini," tutur Safitri.
Baca juga: Pramono Minta BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca hingga Wilayah Bodebek
Selain sulit saat berangkat, ia juga mengalami kesulitan ketika pulang. Hujan pada sore hari yang menyebabkan genangan membuat transportasi umum terhambat.
"Waktu hari Selasa kemarin itu, aku mau pulang susah. Mau naik angkutan umum juga macet," katanya.
Warga lain, Lala (22) juga mengeluhkan banjir Jakarta yang menjadi persoalan tahunan.
Saat musim hujan, ia kesulitan karena harus sering transit transportasi umum saat berangkat kerja ke Jakarta.
"Lelah banget lah, mana rumah jauh kan di Ciledug. Harus berangkat pagi-pagi. Belum lagi transit kereta kadang gangguan," tutur Lala.
"Ditambah susah dapet ojol pas sudah sampai Jakarta. Dari dulu juga banjir masalah utama Jakarta tapi sampai sekarang seperti tidak ada penyelesaian mau siapapun pejabatnya," jelasnya.
Baca juga: Jalan Daan Mogot Masih Banjir 60 Cm, Lalu Lintas Arah Cengkareng Lumpuh
Sementara itu, warga Duren Sawit, Jakarta Timur, Maulana (33) merindukan kebijakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengatasi banjir Jakarta.
Meski belum seluruhnya menyelesaikan banjir, tetapi setidaknya ada pengurangan.
"Jujur banjir memang melelahkan. Gubernur yang bisa ngurangin banjir cuma zaman Pak Ahok saja," tutur Maulana.
Menurut dia, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan operasi modifikasi cuaca belum efektif mengatasi banjir.
"Saat ini ada kebijakan OMC (modifikasi cuaca), tapi menurut saya tidak efektif. Tolonglah Pak Pram dan Pak Rano warga juga perlu kebijakan dalam jangka panjang, bukan hanya sementara saja," jelasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



