Bisnis.com, ACEH TAMIANG — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan meresmikan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Gampong Bundar Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (22/1/2026).
Hunian seluas 12.418 meter persegi dengan jumlah unit sebanyak 114 tersebut merupakan huntara pertama yang dibangun Kementerian PU dalam rangka mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pihaknya bakal membangun 1.200 unit huntara di wilayah terdampak bencana. Unit di Gampong Bundar yang berlokasi persis di belakang Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang ini merupakan huntara pertama yang dapat diselesaikan Kementerian PU dalam waktu sekitar 18 hari.
"Ini huntara pertama yang selesai kami dirikan di Tamiang. Target kami, seperti arahan Bapak Presiden, adalah bagaimana agar masyarakat bisa segera berpindah dari tenda pengungsian. Baik itu ke huntara atau rumah mereka sendiri," kata Dody Hanggodo usai rangkaian kunjungan di Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026).
Huntara tahap pertama oleh Kementerian PU di Aceh Tamiang dibangun di atas lahan seluas 5.427 meter persegi. Terbagi dalam tujuh blok, huntara ini dipersiapkan untuk menampung 84 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 336 jiwa.
Dody menyebut PU menggunakan skema konstruksi modular yang lebih fleksibel namun tahan lama dan aman ditempati masyarakat. Huntara dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti dapur bersama, puluhan unit kamar mandi bersama, area mencuci dan jemur, hingga musala dan taman bermain.
Baca Juga
- Segera Diresmikan, Menteri PU Tinjau Pembangunan Proyek Huntara di Aceh Tamiang
- PLN Gratiskan Listrik Selama 6 Bulan untuk Huntara Korban Banjir Sumatra
- Brantas Abipraya Rampungkan 162 Huntara di Pidie Jaya, Aceh
Tak hanya itu, Kementerian PU juga memperhatikan kenyamanan penghuni. Atap teras huntara dilapisi aluminium foil sebagai pemantul cahaya matahari sehingga suhu panas dalam ruangan dapat diredam.
"Huntara ini hasil kerja keroyokan, bukan cuma Kementerian PU saja. Kami harap sebelum Ramadan masyarakat sudah tidak lagi tinggal di tenda sehingga lebih tenang beribadah," tambahnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang turut meresmikan huntara pertama Kementerian PU di Aceh Tamiang mengapresiasi kerja cepat tim di lapangan di masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
AHY mengatakan Kementerian PU mengemban tanggung jawab cukup besar di masa rehabilitasi dan rekonstruksi, mulai dari perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sarana pendidikan, rumah ibadah, hingga air bersih.
Namun menurutnya, rumah juga merupakan kebutuhan sangat mendasar bagi masyarakat terdampak bencana untuk mulai kembali menata kehidupan mereka.
"Tempat tinggal tetap harus disiapkan, walaupun sifatnya sementara, tetapi mudah-mudahan jauh lebih baik dibandingkan kondisi pengungsian. Oleh karena itu, sekali lagi, saya mengapresiasi Kementerian PU," ujar AHY.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengatakan huntara ini akan dihuni oleh 84 KK yang terdiri dari 19 KK di Gampong Bundar Kecamatan Karang Baru dan 65 KK dari Gampong Kota Kualasimpang Kecamatan Kota Kualasimpang.
"Mereka ini adalah warga terdampak yang kehilangan rumah disapu dahsyatnya banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang," ujar Fahmi.
Fahmi menyampaikan masyarakat dapat menempati huntara mulai hari ini. Hingga saat ini, kata dia, sudah terbangun 2.948 unit huntara di wilayah Aceh Tamiang.
Adapun selain meresmikan huntara tahap pertama, rombongan Menteri PU dan Menko AHY juga meninjau lokasi pembangunan proyek huntara tahap II di kecamatan yang sama.
Rombongan juga berkunjung ke sejumlah titik proyek Kementerian PU untuk percepatan pemulihan pascabencana seperti ke lokasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan RSUD Aceh Tamiang.




