Mengapa Trump Melunak? Kini Bilang AS Siap Bernegosiasi dengan Iran

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, DAVOS -- Di sela acara penandatanganan pakta Dewan Perdamaian di Davos, Swiss pada Rabu (21/1/2026), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Iran ingin bernegosiasi dengan AS dan membuka pintu dialog. Pernyataan terbaru Trump 'melunak' jika dibandingkan dengan retorika-retorika yang ia lontarkan terhadap Iran sebelumnya.

"Iran ingin bernegosiasi, dan kami akan bernegosiasi," kata Trump dikutip BNE Intellinews.

Baca Juga
  • Teknologi Rusia dan China di Balik Sukses Iran Matikan Total Layanan Starlink
  • Anwar Ibrahim Tegaskan Hubungan Dagang Malaysia-Iran Kekal Meski Trump Berlakukan Sanksi Tarif
  • Usai Netanyahu, Giliran Smotrich 'Panik' Minta Trump Batalkan Semua Rencana untuk Gaza

Diketahui AS mengerahkan kapal induk Abraham Lincoln ke Teluk Persia dan melaksanakan operasi pengerahan Angkatan Udara di Timur Tengah. Pengerahan itu merespons demonstrasi di Iran yang berujung kerusuhan. Trump sebelumnya pernah mengancam akan melancarkan aksi militer terhadap Teheran dengan dalih membantu demonstran yang diklaimnya mengalami represi oleh rezim.

Menurut beberapa laporan, komunikasi antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan Presiden AS, Steve Witkoof terus terjalin di tengah ketegangan antara Teheran dan Washington. Pada pekan lalu, Trump dilaporkan membatalkan atau setidaknya menunda keputusan menyerang Iran dengan alasan dirinya menerima informasi bahwa eksekusi mati terhadap para demonstran dibatalkan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Merespons Trump, Araghchi dalam wawancara dengan Fox News membantah isu bahwa Teheran berencana mengeksekusi mati ratusan demonstran yang akan disiarkan langsung oleh TV.

Pada 22 Januari, Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Pakpour menegaskan, angkatan bersenjata "lebih siap dari sebelumnya" untuk mengeksekusi perintah dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sembari mengingatkan AS dan Israel untuk menghindari miskalkulasi. Pakpour menegaskan bahwa pangkalan militer AS di Timur Tengah dan wilayah Israel akan menjadi terget yang sah jika Iran diserang.

Diketahui, kapal induk USS Abraham Lincoln yang membawa rudal penghancur dan jet-jet F-35C diperkirakan akan sampai di Teluk Persia dalam tempo satu pekan ke depan. Pentagon juga dilaporkan telah mengerahkan sejumlah jet F-15 ke Yordania dan memposisikan rudal Patriot dan sistem pertahanan udara THAAD di kawasan Teluk.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Karawang, Dedi Mulyadi Minta Warga Karangligar Direlokasi
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prakiraan Cuaca di Jabodetabek Hari Ini: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Kisah Relawan Hadapi Bencana Banjir di Aceh Saat Infrastruktur Rusak Parah
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Gagal Nego Kontrak di Monterrey, Sergio Ramos Buka Peluang Gabung Persib Bandung?
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Menang Dramatis Lawan Taiwan, Raymond/Joaquin Melaju ke Perempat Final
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.