Waka MPR: Wawasan Lingkungan Berkelanjutan Harus jadi Dasar Proses Pembangunan

jpnn.com
22 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam melakukan proses pembangunan.

Hal itu diungkapkan Lestari Moerdijat saat menghadiri acara Metro TV Green Summit bertema Accelerating Indonesia’s Green Transition di Jakarta, Kamis (22/1).

BACA JUGA: 4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia

"Dalam melaksanakan proses pembangunan, harus dikedepankan pertimbangan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan demi mewujudkan kualitas hidup anak bangsa yang lebih baik di masa depan," kata Lestari.

Hadir sebagai Keynote Speech pada acara itu, Ekonom, Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Menteri Lingkungan Hidup 1978 - 1993, Emil Salim.

BACA JUGA: Lestari Moerdijat: Generasi Muda Harus Perkuat Bingkai NKRI

Hadir pula antara lain, Diaz Hendropriyono (Wakil Menteri Lingkungan Hidup), Bambang Patijaya (Ketua Komisi XII DPR RI), Djoko Siswanto (Kepala SKK Migas), Sugeng Suparwoto (Wakil Ketua Komisi XII DPR RI), dan sejumlah direksi perusahaan energi, telekomunikasi, dan keuangan di tanah air.

Menurut Lestari, kepedulian terhadap pelestarian alam dalam setiap proses pembangunan harus konsisten dilakukan oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Rerie, sapaan akrab Lestari menilai, upaya membangun solidaritas untuk bersama-sama mengedepankan faktor lingkungan dan keberlanjutan dalam setiap proses pembangunan harus segera dilakukan.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, upaya menanamkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sejak dini juga penting dilakukan kepada setiap anak bangsa.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat bahwa dengan pemahaman yang sama antara para pemangku kepentingan dan masyarakat, terkait pentingnya mengedepankan pelestarian lingkungan hidup dalam proses pembangunan, upaya melahirkan anak bangsa yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan adalah sebuah keniscayaan.

Emil Salim menegaskan bahwa dalam menjalankan kehidupan.

"Kita harus mampu menyatukan alam, manusia, dan kerja-kerja, dalam satu kesatuan. Bila manusia dengan akal pikirannya malah membongkar alam, tegas Emil Salim, yang diberikan alam adalah banjir dan polusi udara," ungkap Emil Samil. (jpnn)


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemanfaatan AI Tak Diatur Sanksi dalam Perpres, Konten Pornografi Tetap Bisa Diproses Lewat UU ITE
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Ritus Garis, Memanggungkan Cerita dari Muarajambi
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Dolar AS Melemah Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif Soal Greenland
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Banjir Jakarta–Bekasi, Polda Metro Jaya Kerahkan Personel Evakuasi Warga
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI AU Ungkap Detik-Detik Proses Pencarian Pesawat ATR 42-500, Kerakhan Boeing 737 Surveillance
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.