JAKARTA, KOMPAS.com — Kesabaran warga dan pengguna jalan di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, untuk menghadapi banjir kian menipis.
Banjir setinggi 60 sentimeter (cm) yang melumpuhkan akses vital Jakarta-Tangerang sepanjang Kamis (22/1/2026) sejak pagi hingga malam, memicu kekecewaan mendalam terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Raihan (26), warga Taman Kota, Jakarta Barat menilai banjir kali ini merupakan bukti lambatnya pemerintah dalam mengantisipasi masalah tahunan yang sebenarnya sudah diprediksi.
Baca juga: Pengemudi Mobil Meninggal Saat Terjebak Macet dan Banjir di Grogol
Ia menyebut banjir besar hari ini adalah kejadian keempat kalinya hanya dalam kurun waktu satu bulan di awal tahun 2026.
"Iya kalau ngomongin banjir ya capek sih, pasti capek banget. Karena saya dari lahir di sini dan dari dulu tuh emang selalu banjir," ujar Raihan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.
Menurut Raihan, kawasan Daan Mogot sudah terendam banjir setidaknya empat kali sepanjang awal tahun 2025.
"Ini aja kayaknya di bulan ini ya, di awal tahun, kayaknya sudah tiga atau empat kali deh jalanan Daan Mogot ini banjir sampai parah kayak gini," kata Raihan.
"Yang sekarang ini emang paling parah sih," sambung dia.
Galian banyak, tak ada hasil
Raihan menyoroti proyek infrastruktur yang dilakukan pemerintah secara besar-besaran pada akhir tahun lalu.
Baca juga: Kronologi Pengendara Mobil Meninggal Saat Macet-Banjir di Grogol, Sempat Dikira Mogok
Jakarta yang dipenuhi proyek galian sempat diharapkan warga sebagai solusi penanggulangan banjir.
"Kemarin aja akhir tahun banyak banget galian segala macam, tapi mana? Ujung-ujungnya banjir-banjir juga sekarang," keluh dia.
Ia pun mempertanyakan ke mana larinya anggaran penanggulangan banjir jika setiap hujan deras kawasan tersebut tetap lumpuh.
"Padahal kan harusnya sudah kebaca ya polanya kalau awal tahun itu hujan deras. Tapi enggak pernah siap gitu antisipasinya. Padahal sudah ganti gubernur berapa kali, kenapa enggak pernah gerak cepat?" tegasnya.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot arah Cengkareng lumpuh akibat banjir pada Kamis (22/1/2026) malam
Raihan pun mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan konkret sebelum Jakarta semakin tenggelam oleh masalah klasik ini.
"Jadi ya, berbenah deh. Buruan berbenah deh, pemerintah Jakarta. Jangan nunggu Jakarta tenggelam dulu kayak kata orang-orang," tutur dia.