Mayoritas kota-kota besar berpotensi berawan dan diguyur hujan ringan

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota-kota besar di Indonesia berpotensi diselimuti awan hingga diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Kamis.

Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota-kota besar yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yakni Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung

“Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Tanjung Pinang diprakirakan berawan,” ujar Prakirawan BMKG Lintang Alya dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.

Di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang. Yogyakarta, dan Surabaya.

Sementara di Pulau Kalimantan, kota-kota seperti Palangka Raya, Tanjung Selor, Pontianak, dan Banjarmasin diprakirakan berawan, hanya Samarinda yang berpotensi diguyur hujan ringan.

“Sementara Bali, Mataram, dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan,” ujarnya.

Untuk di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju, Manado, Makassar, Kendari, dan Palu. Sementara Gorontalo diprakirakan berawan.

Berpindah ke wilayah paling timur, kota-kota seperti Sorong, Manokwari, Ambon, dan Nabire diprakirakan berawan tebal. Sementara Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah yang mencakup Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini,” kata dia.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan terdapat sejumlah faktor teknis yang memengaruhi kondisi cuaca sepekan ke depan.

Faktor tersebut seperti adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.

Baca juga: BMKG: Waspada cuaca ekstrem di Bali pada 21-27 Januari

Baca juga: BMKG: Waspadai potensi gelombang 4 meter di NTT pada 21-24 Januari

Baca juga: BMKG: Waspada hujan lebat di wilayah Pantura Jateng hingga 31 Januari


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DBH Dipangkas Rp15 T, Subsidi Transjakarta Hanya Sampai 9 Bulan
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
Petani Ngamuk! Traktor Turun Massal Tolak Perjanjian Dagang
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Aksi Bobol Kantor Gadai di Jaksel Terekam CCTV, Dua Pelaku Ditangkap
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
BRI Super League: Tambah Daya Gedor, Bali United Resmi Datangkan Diego Campos
• 18 jam lalubola.com
thumb
Real Madrid Bisa Pecahkan Rekor Transfer, Siapkan Rp3,5 Triliun untuk Bajak Bintang Bayern Munchen Michael Olise
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.