Merangin dan Bungo Ajukan Sekolah Rakyat

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerima audiensi Bupati Bungo Dedy Putra dan Bupati Merangin M. Syukur di Selalu Ada Kafe, Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Kamis (22/1/2026).

Audiensi membahas peluang kedua daerah bergabung dalam program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk pengentasan kemiskinan ekstrem.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang perlu segera direspons pemerintah daerah. Menurutnya, daerah akan merugi jika tidak mengambil kesempatan karena perhatian Presiden terhadap program ini sangat besar.

“Sekolah Rakyat ini harus diambil, rugi kalau tidak diambil program presiden ini. Presiden (menaruh) perhatian bener ini. Presiden itu pengen ngasih kemuliaan kepada orang-orang miskin ekstrem,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat saat ini telah beroperasi di 166 titik di seluruh Indonesia dengan hampir 16 ribu siswa. Peserta didik berasal dari berbagai latar belakang kemampuan, mulai dari siswa berprestasi hingga yang belum bisa membaca. Seluruh bangunan dan kurikulum Sekolah Rakyat dirancang dengan standar kualitas unggulan. “Bayangkan kalau (Sekolah Rakyat) ada di Merangin dan Bungo. Bangga kita Pak,” ujarnya.

Ia menegaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi terintegrasi dengan penguatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. “Anaknya sekolah, orangtuanya diberdayakan. Ada program pemberdayaan untuk orangtuanya kemudian rumahnya dibantu,” kata Gus Ipul.

Selain sekolah rintisan yang telah beroperasi, pembangunan Sekolah Rakyat permanen juga terus dipercepat. Saat ini, pembangunan fisik sudah dimulai di berbagai daerah. “Sudah mulai dibangun, mulai digali tanahnya di 104 titik,” ujar Gus Ipul.

Dalam proses penerimaan siswa, Gus Ipul menekankan pentingnya peran kepala daerah sejak tahap awal. Penetapan calon siswa harus melalui verifikasi ketat dan bebas dari praktik nepotisme.

“Yang menandatangani sebelum saya tetapkan sebagai peserta siswa Sekolah Rakyat itu adalah Bupati. Harus diteliti benar. Bahwa mereka layak sekolah di sini. Jangan ada titipan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses perekrutan dilakukan berlapis dengan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dinas sosial dan dinas Pendidikan, serta Badan Pusat Statistik (BPS). Setelah data dinyatakan valid, hasil verifikasi diajukan kepada kepala daerah sebelum ditetapkan oleh Menteri Sosial.

“Karena kuncinya DTSEN, saya mengajak Pak Bupati, mari kita jihad untuk memperbaiki data kita ini. Sekarang yang menentukan data adalah BPS, bukan kami. Kemensos ini hanya pemutakhiran bersama pemda,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga menegaskan Sekolah Rakyat juga terbuka bagi anak-anak dari komunitas adat terpencil, termasuk Suku Anak Dalam. Pemerintah menyiapkan dukungan beasiswa bagi mereka. “Kita sekolahin aja kalau mau. Nanti beasiswanya dari kita,” jelasnya.

Terkait kesiapan lahan, Bupati Merangin M. Syukur menyampaikan telah mengajukan dua alternatif lokasi seluas 7 dan 12 hektare. Berdasarkan penilaian teknis Kementerian Pekerjaan Umum, lahan seluas 12 hektare dinilai lebih ideal karena berada di pinggir jalan, sementara kebutuhan minimal Sekolah Rakyat sekitar 8 hektare.

“Kebutuhannya kan 8 hektare. Ya mungkin kalau yang sisanya untuk kebutuhan masyarakat,” kata M. Syukur.

Audiensi turut dihadiri jajaran pejabat pusat dan daerah, antara lain Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil I Ketut Supena, Direktur Pemberdayaan Sosial Keluarga Miskin dan Rentan Radik Karsadiguna, Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Faisal, serta Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Joko Widiarto.

Hadir pula Kepala Dinas Sosial Zainuddin, Kepala Bappeda Redawati, Plt. Kepala Dinas PU Dwi Herwindo, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Yusron dan Kepala Bidang Karya Dinas PUPR Ricia serta Anggota DPRD Kabupaten Merangin Saiful Amri.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemendag Sesumbar Harga Minyakita Turun Jelang Puasa
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Waspada Jakarta Banjir! Bendungan Katulampa Bogor Naik Level Siaga Sore ini
• 22 jam laludisway.id
thumb
Viral SMPN di Depok Renovasi Rp 28 M tapi Siswa Bawa Meja dari Rumah
• 2 jam laludetik.com
thumb
Sempat Terdengar Suara Ledakan, Warung dan Gudang Properti di Depok Terbakar | BERUT
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
IMF Sebut Indonesia “Titik Terang Global”, Prabowo Pamer Ketahanan Ekonomi di Davos
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.