PEMERINTAH Indonesia dan Inggris memperkuat kerja sama investasi di sektor maritim melalui pembangunan ribuan kapal nelayan dan pengembangan kampung nelayan. Kesepakatan ini dinilai strategis karena menyasar peningkatan kesejahteraan nelayan sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional berbasis protein laut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, kerja sama maritim tersebut merupakan bagian dari komitmen yang telah dibangun sejak beberapa waktu lalu dan kembali ditegaskan dalam lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris. Salah satu fokus utama kerja sama adalah pembuatan sekitar 1.500 kapal tangkap ikan.
"Kerja sama di bidang maritim yaitu pembuatan kapal-kapal tangkap ikan kurang lebih jumlahnya kalau kita bicara unit kurang lebih 1.500 kapal," ujar Prasetyo kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Kamis (22/1).
Baca juga : WN Inggris Dilarang Masuk ke RI, Satgas : Demi Lindungi Warga
Menurutnya, penguatan armada nelayan menjadi krusial mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan laut. Pemerintah ingin memaksimalkan potensi tersebut agar berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan peningkatan produksi perikanan nasional.
"Sebagaimana yang pernah kami sampaikan bahwa 3/4 wilayah negara kita adalah lautan jadi kita ingin betul-betul meningkatkan potensi laut kita," kata Prasetyo.
Selain pembangunan kapal, kerja sama ini juga terintegrasi dengan program pengembangan kampung nelayan. Pemerintah saat ini tengah membangun sekitar 100 kampung nelayan di berbagai daerah di Indonesia dengan konsep modernisasi kawasan pesisir.
Baca juga : Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris: Energi Bersih dan Hapus Hambatan Ekspor
"Kita sedang membangun kurang lebih 100 kampung nelayan di seluruh wilayah Tanah Air yang mungkin dalam waktu dekat ini juga sudah selesai," jelasnya.
Modernisasi tersebut mencakup pembangunan dermaga, penyediaan cold storage, kapal penangkap ikan dengan kapasitas lebih besar, hingga fasilitas pendukung seperti stasiun pengisian bahan bakar. Seluruh fasilitas dirancang dalam satu kawasan terpadu.
"Yang biasanya selama ini belum memiliki dermaga kita buat dermaga, yang tidak memiliki cold storage nelayan-nelayan kita kita bangunkan dalam satu paket," kata Prasetyo.
Dia menambahkan, pengembangan kampung nelayan juga diarahkan untuk mendukung peningkatan asupan protein masyarakat dari ikan laut yang selama ini masih relatif rendah. Hasil perikanan nantinya akan dikelola melalui koperasi Desa Merah Putih di kawasan kampung nelayan.
"Kita berharap dengan ini pendapatan para nelayan kita meningkat, hasil tangkapan juga meningkat tadi untuk meningkatkan asupan protein kita," pungkasnya. (H-4)





