Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya dalam memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai ketentuan dan menjamin pemenuhan gizi peserta didik melalui sistem pengawasan berbasis digital.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Reza Prabowo di Palangka Raya, Jumat, mengatakan pengawasan MBG dilakukan rutin setiap hari melalui aplikasi Pena Kalteng yang memungkinkan pemantauan pelaksanaan secara real time di sekolah.
Baca juga: SPPG Polda Kalteng salurkan MBG pertama bagi 1.000 penerima manfaat
“Melalui platform digital ini, sekolah melaporkan menu harian, waktu makanan tiba, hingga waktu penyajian. Seluruh proses tercatat dan dapat dipantau setiap hari,” kata Reza.
Dia menjelaskan rapat evaluasi baru saja dilaksanakan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah penting memastikan tata kelola MBG berjalan sesuai regulasi dan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dalam struktur pelaksanaan program, Dinas Pendidikan Kalteng tergabung dalam Satuan Tugas MBG dan dipercaya sebagai Wakil Ketua II.
Menurut dia, pengawasan digital ini sejalan dengan arahan BGN guna menjamin kualitas gizi, ketepatan distribusi, serta keamanan pangan dalam pelaksanaan program di lapangan.
Reza menambahkan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap MBG juga tercermin dari keterlibatan aktif Forkopimda dalam berbagai kunjungan Gubernur ke sekolah-sekolah penerima program.
“Kehadiran Forkopimda dalam setiap kunjungan menunjukkan keseriusan bersama untuk memastikan program ini berjalan lancar dan tepat sasaran, termasuk di wilayah dengan tantangan geografis,” katanya.
Baca juga: Program MBG di Kota Palangka Raya didukung 15 SPPG
Baca juga: Kalteng hadirkan fitur baru di aplikasi PENA Kalteng untuk pantau MBG
Ia menyebutkan respons peserta didik terhadap Program MBG sangat positif. Selain membantu pemenuhan gizi, program ini juga meringankan beban pengeluaran keluarga.
“Anak-anak menyampaikan pengeluaran jajan mereka bisa lebih hemat. Ini menunjukkan manfaat langsung yang dirasakan,” ujarnya.
Sebelumnya, Deputi BGN, Dadang Hendrayuda menekankan Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah.
“Program ini memiliki multiplier effect (dampak ganda), mulai dari pemberdayaan UMKM, petani, peternak, sektor katering, hingga logistik, serta membuka lapangan kerja dan memperkuat sistem pangan lokal,” ujarnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Reza Prabowo di Palangka Raya, Jumat, mengatakan pengawasan MBG dilakukan rutin setiap hari melalui aplikasi Pena Kalteng yang memungkinkan pemantauan pelaksanaan secara real time di sekolah.
Baca juga: SPPG Polda Kalteng salurkan MBG pertama bagi 1.000 penerima manfaat
“Melalui platform digital ini, sekolah melaporkan menu harian, waktu makanan tiba, hingga waktu penyajian. Seluruh proses tercatat dan dapat dipantau setiap hari,” kata Reza.
Dia menjelaskan rapat evaluasi baru saja dilaksanakan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah penting memastikan tata kelola MBG berjalan sesuai regulasi dan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dalam struktur pelaksanaan program, Dinas Pendidikan Kalteng tergabung dalam Satuan Tugas MBG dan dipercaya sebagai Wakil Ketua II.
Menurut dia, pengawasan digital ini sejalan dengan arahan BGN guna menjamin kualitas gizi, ketepatan distribusi, serta keamanan pangan dalam pelaksanaan program di lapangan.
Reza menambahkan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap MBG juga tercermin dari keterlibatan aktif Forkopimda dalam berbagai kunjungan Gubernur ke sekolah-sekolah penerima program.
“Kehadiran Forkopimda dalam setiap kunjungan menunjukkan keseriusan bersama untuk memastikan program ini berjalan lancar dan tepat sasaran, termasuk di wilayah dengan tantangan geografis,” katanya.
Baca juga: Program MBG di Kota Palangka Raya didukung 15 SPPG
Baca juga: Kalteng hadirkan fitur baru di aplikasi PENA Kalteng untuk pantau MBG
Ia menyebutkan respons peserta didik terhadap Program MBG sangat positif. Selain membantu pemenuhan gizi, program ini juga meringankan beban pengeluaran keluarga.
“Anak-anak menyampaikan pengeluaran jajan mereka bisa lebih hemat. Ini menunjukkan manfaat langsung yang dirasakan,” ujarnya.
Sebelumnya, Deputi BGN, Dadang Hendrayuda menekankan Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah.
“Program ini memiliki multiplier effect (dampak ganda), mulai dari pemberdayaan UMKM, petani, peternak, sektor katering, hingga logistik, serta membuka lapangan kerja dan memperkuat sistem pangan lokal,” ujarnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357839/original/082379500_1758549227-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_20.32.06.jpeg)
