TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Jalan Ceger Raya, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), kebanjiran usai hujan deras hampir seharian, Kamis (22/1/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, akses jalan dari arah Bintaro, Jakarta Selatan menuju Pondok Aren, Tangsel terputus akibat banjir setinggi sekitar 50 sentimeter (cm).
Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dan terpaksa berhenti di kedua sisi genangan.
Baca juga: Update Banjir Jakarta Kamis Malam: 132 RT dan 22 Jalan Masih Tergenang
Sementara itu, sejumlah pengendara terlihat memutar balik arah untuk mencari jalur alternatif.
Selain itu, terlihat juga beberapa kendaraan yang memaksakan diri untuk melintasi jalur tersebut tetapi berakhir dengan mogok.
Warga sekitar membantu pengendara yang kendaraannya mogok karena menerobos banjir.
Salah satunya yang mengalami mogok, yakni Suryadi (32), seorang pengemudi ojek online.
Motor listrik yang dikendarainya terendam banjir saat memaksa untuk menerobos jalan.
Ia awalnya mengira genangan air di lokasi tersebut tidak terlalu dalam sehingga masih aman untuk dilalui.
Namun, saat di tengah perjalanannya, banjir yang diterobosnya itu ternyata tinggi hingga masuk ke mesin motor listriknya.
Baca juga: Chaosnya Taman Kota Daan Mogot: Macet Parah, Motor Mogok Terobos Banjir
“Kirain enggak dalam, ternyata airnya sampai ke atas jok. Motor langsung mati,” kata Suryadi saat ditemui di lokasi.
Suryadi mengaku saat itu tengah mengantar pesanan dan memilih melintasi jalur tersebut karena dianggap sebagai rute terdekat.
Ia sudah terbiasa melewati kawasan itu dalam aktivitas sehari-harinya.
“Saya mau ngantar pesanan, jalur ini yang paling dekat. Biasanya juga enggak parah banjirnya, makanya saya lewat sini,” kata dia.
Namun, ketinggian air yang diperkirakan mencapai lebih dari 50 cm membuat motor listriknya tidak mampu melanjutkan perjalanan.
“Airnya sekitar 50 sentimeter lebih. Saya berhenti di tengah, enggak kuat. Akhirnya didorong sama anak-anak,” ucap dia.
Akibat kejadian tersebut, Suryadi harus menunggu motornya agar bisa kembali digunakan.
Baca juga: Warga Jakarta Capek Banjir Melulu: Pemerintah, Buruan Berbenah!
Ia berharap ke depannya ada peringatan atau penutupan akses jalan jika genangan air sudah terlalu tinggi, terutama bagi pengendara motor.
“Kalau bisa jalannya ditinggikan atau ada pemberitahuan. Soalnya kelihatannya masih aman, padahal enggak,” ucap dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




