Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besarnya untuk membangun 10 universitas berkualitas di Tanah Air. Rencana ini dipaparkannya dalam sambutan di World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Di depan pemimpin dunia dan para CEO global, Prabowo mengemukakan dirinya telah melakukan diskusi dan negosiasi dengan sejumlah kampus terbaik di Eropa, Britania Raya dan Amerika Utara.
Diskusi dan negosiasi dilakukan untuk menarik mereka membangun kampus-kampus dengan standar internasional di Indonesia.
"Saya juga membangun 10 universitas baru dan saya berdiskusi dan bernegosiasi dengan universitas terbaik di Eropa, Inggris dan Amerika Utara," paparnya.
Sebelumnya, dalam kunjungan ke Inggris, Prabowo mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, pada Selasa lalu (20/1/2026).
"Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi. Presiden mencatat bahwa Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas.
"Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," ujar Presiden Prabowo.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Presiden berencana membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi. Presiden menegaskan bahwa universitas-universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
"Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris," ungkap Presiden.
(haa/haa)



