GenPI.co - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan pawang hujan Rara Istiati Wulandari atau Mbak Rara diduga diusir dari ritual adat Keraton Yogyakarta.
Ritual adat Labuhan ini diketahui digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul, DIY.
Dalam video yang tersebar di media sosial tersebut, Mbak Rara dinarasikan diusir dari tempat tersebut.
Dikutip dari akun TikTok @areajogja, Kamis (22/1), Mbak Rara ditegur Abdi Dalem karena dianggap ndisiki (mendahului) padahal dia bukan bagian dari yang ditugaskan maupun undangan.
Namun, Mbak Rara mengatakan bahwa kedatangannya ke Labuhan Parangkusumo itu karena ada salah satu abdi dalem yang meminta tolong.
Upacara adat Labuhan Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem merupakan bagian dari rangkaian peringatan Ulang Tahun Kenaikan Tahta (Tingalan Jumenengan Dalem) Ke-38 Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta GKR Condrokirono mengatakan seluruh rangkaian Hajad Dalem Labuhan di Pantai Parangkusumo pada Senin (19/1).
"Jadi pada dasarnya semua pelaksanaan Hajad Dalem kemarin adalah dari Abdi Dalem Keraton Yogyakarta," ujar dia.
Condrokirono menjelaskan agenda keraton yang bersifat terbuka memungkinkan masyarakat hadir untuk menyaksikan jalannya prosesi.
Namun, mereka harus tetap menjaga ketenangan dan ketertiban sesuai tata aturan yang berlaku, bukan ikut terlibat langsung.
"Untuk agenda yang memang terbuka untuk umum, ini berarti masyarakat diperbolehkan untuk hadir menyaksikan dengan menjaga ketenangan dan ketertiban demi kelancaran acara, sesuai tata aturan yang berlaku pada agenda tersebut," beber dia.
Terkait pihak luar, Condrokirono menegaskan setiap perorangan maupun lembaga yang akan terlibat dalam agenda keraton harus melalui mekanisme perizinan resmi.
"Jika ada pihak luar baik perorangan maupun lembaga akan terlibat dalam agenda keraton, harus ada izin dari Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura," terang putri kedua Sri Sultan Hamengku Buwono X itu.
Ritual ini diawali serah terima ubarampe di Kantor Kapanewon (Kecamatan) Kretek dilanjutkan doa bersama di Cepuri Parangkusumo.
Ubarampe ini kembali didoakan sebelum dilabuh ke Samudra Hindia sebagai ungkapan syukur serta permohonan keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi keraton, masyarakat, dan negara.(*)
Video heboh hari ini:

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480671/original/081101600_1769063857-IMG_0420.jpeg)

