JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menyebut program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai program yang dapat menghemat uang, bukan program populis semata.
Prabowo menyampaikan ini dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia di World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Di WEF Davos, Prabowo Banggakan Ekonomi RI yang Tetap Tumbuh
"Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh warga negara Indonesia. Ini bukan program populis. Ini adalah program rasional untuk menghemat uang," kata Prabowo dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menjelaskan, program CKG dapat menghemat uang karena dapat mendeteksi penyakit sejak dini. Dengan demikian, pengobatan dapat dilakukan sejak awal dan menghemat biaya untuk berobat.
"Dengan mendeteksi penyakit sejak dini, kita akan menghemat jauh lebih banyak dalam jangka panjang untuk biaya pengobatan," tuturnya.
Kepala Negara mengatakan, CKG adalah program peningkatan produktivitas. Bahkan, dari laporan para ahli ke Prabowo, program ini dapat membantu menghemat miliaran dollar Amerika Serikat (AS) jika dilakukan dalam jangka panjang.
"Ini sebenarnya adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya mengatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dollar AS," ungkapnya.
Di kesempatan ini, Prabowo menyebut, sudah ada 70 juta orang Indonesia yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.
Baca juga: Prabowo Bawa RI Gabung Dewan Perdamaian Buatan Trump: Peluang Damai Gaza
Menurut Prabowo, ini terus ditingkatkan kepada seluruh anak-anak dan orang dewasa di Indonesia.
"Hari ini, 70 juta orang Indonesia menerima pemeriksaan kesehatan gratis. Dan mereka akan menerima pemeriksaan kesehatan gratis sekali setahun seumur hidup mereka," ucap Prabowo.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang