JAKARTA, KOMPAS.com - Di mimbar Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF), Presiden RI Prabowo Subianto mengutip survei dari Gallup Poll dan Harvard University mengenai rakyat Indonesia adalah rakyat yang paling bahagia di dunia.
"Ini agak menggembirakan tetapi bagi saya juga agak menyedihkan," kata Prabowo di arena WEF 2026, Davos, Swiss, disiarkan langsung oleh YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/1/2026).
Prabowo menyebut dirinya sebenarnya terkejut dengan temuan survei itu.
"Saya sendiri terkejut. Gallup Poll dan Universitas Harvard menemukan melalui survei penelitian terhadap ratusan negara bahwa Indonesia, rakyat Indonesia adalah rakyat yang paling bahagia," ujar Prabowo.
Baca juga: INFOGRAFIK: Cek Fakta, Benarkah Indonesia Jadi Negara yang Rakyatnya Paling Bahagia?
Dalam survei tersebut, kata Prabowo, Indonesia merupakan negara yang paling berkembang di dunia, sekaligus memiliki rakyat yang optimistis.
Dia mengaku lega dengan temuan tersebut. Akan tetapi, Prabowo juga merasa sedih.
Sebab, Prabowo menyadari masih banyak rakyat yang tinggal di gubuk dan bahkan hanya makan nasi pakai garam.
"Saya tahu rakyat saya. Banyak dari mereka tinggal di gubuk. Banyak dari mereka tidak punya air bersih. Banyak dari mereka tidak punya kamar mandi. Banyak dari mereka makan nasi dengan garam. Namun mereka tersenyum. Namun mereka punya harapan," jelasnya.
Baca juga: Prabowo di WEF: Indonesia Bangsa Pedagang, Tak Takut Integrasi Ekonomi
"Kami juga mencapai swasembada beras. Pertama kalinya dalam bertahun-tahun. Produksi beras kami adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Saya memberikan target untuk swasembada dalam empat tahun. Saya memberikan target kepada tim saya. Mereka melakukannya dalam waktu satu tahun. Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada produk pangan lainnya. Jagung, gula, protein," imbuh Prabowo.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang