EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (20 Januari) menandai setahun kembalinya ia ke Gedung Putih. Selama setahun terakhir, ia telah mengesahkan lebih dari 225 Perintah Eksekutif atau keputusan Presiden mengubah arah kebijakan pemerintah federal. Ia juga secara aktif mendorong agenda “America First” (Amerika Pertama). Di panggung internasional, Trump membentuk ulang perdagangan global, memfasilitasi perjanjian perdamaian, dan pada momen-momen krusial bahkan mengerahkan militer Amerika Serikat. Berikut kilas baliknya.
Pada hari pertama menjabat, Trump membentuk Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) untuk menyelidiki dan menghentikan pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan anggaran. Data menunjukkan bahwa langkah ini telah menghemat 215 miliar dolar AS uang pembayar pajak.
Ia mencabut pedoman federal yang berkaitan dengan keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas (DEI).
Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan bahwa Amerika Serikat hanya mengakui dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan, serta melarang pemerintah federal memberikan pendanaan kepada sekolah dan lembaga yang mengizinkan laki-laki berpartisipasi dalam olahraga perempuan.
Pada Juli 2025, Kongres AS meloloskan Undang-Undang “One Big Beautiful Bill”, yang mana akan melakukan reformasi menyeluruh terhadap kebijakan pajak dan sosial dalam 10 tahun ke depan.
Di bidang kesehatan, program “Make America Healthy Again” (MAHA) mendorong reformasi sistem pangan dan pengelolaan obat-obatan, serta secara signifikan menurunkan harga obat tertentu bagi konsumen Amerika.
Dalam isu keamanan perbatasan, pemerintahan Trump menerapkan kebijakan ketat yang menyebabkan jumlah imigran ilegal anjlok ke titik terendah dalam sejarah. Menurut data Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang dirilis pada Desember lalu, selama setahun lebih dari 2,5 juta imigran ilegal meninggalkan Amerika Serikat, dengan anggota geng dan pelaku kejahatan kekerasan menjadi prioritas deportasi. Dari jumlah tersebut, 1,9 juta orang memilih untuk pulang secara sukarela.
Trump juga mengerahkan Garda Nasional di Los Angeles, Washington D.C., Portland, dan Chicago, serta memberlakukan larangan masuk terhadap warga dari sejumlah negara.
Pemerintahannya meluncurkan “Kartu Emas Trump”, yang mempercepat proses pengajuan izin tinggal permanen bagi pihak yang memenuhi syarat. Program undian Green Card dibatalkan.
Untuk membentuk ulang tatanan perdagangan global dan memindahkan manufaktur kembali ke Amerika Serikat, Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran dan memulai perundingan dagang dengan puluhan negara.
Melalui penerapan tarif dan tekanan ekonomi sebagai alat negosiasi, Trump mengklaim telah membantu menyelesaikan delapan konflik global.
Militer Amerika Serikat juga menunjukkan kekuatannya dalam sejumlah operasi. Pada Juni 2025, sepuluh hari setelah pecahnya konflik Israel–Iran, Trump memerintahkan operasi dengan sandi “Midnight Hammer”, yang menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Dua hari kemudian, konflik tersebut berakhir dengan gencatan senjata.
Operasi lain yang mengejutkan dunia internasional terjadi pada 3 Januari, ketika militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya dari sebuah kediaman yang dijaga ketat di ibu kota Venezuela. Keduanya dibawa ke Amerika Serikat untuk diadili, dengan dakwaan konspirasi narkoterorisme dan sejumlah tuduhan lainnya.
Pada saat yang sama, Amerika Serikat memperdalam kerja sama keamanan dengan Panama, serta secara aktif merebut kembali pengaruh atas Terusan Panama dari tangan Partai Komunis Tiongkok (PKT).
Pada Januari tahun ini, Trump dengan alasan keamanan nasional meningkatkan upaya untuk mengakuisisi Pulau Greenland.
Setelah dilantik, Trump juga memulai proses penarikan diri dari Perjanjian Iklim Paris, dan sekaligus mengumumkan penarikan Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional dan badan PBB, dengan alasan organisasi-organisasi tersebut tidak lagi sejalan dengan kepentingan Amerika.
Reporter New Tang Dynasty Television: Guo Yuexi, laporan dari Amerika Serikat.


:quality(80):format(jpeg)/posts/2026-01/22/featured-8e1ca894507c7d9833bd0dbc33886241_1769066495-b.jpg)


