GenPI.co - Sebanyak 5 kecamatan di Tangerang, Banten, masih terendam banjir akibat meluapnya aliran sungai karena curah hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan banjir sejak Minggu (11/1) melanda di 24 kecamatan dan 119 desa/kelurahan.
Total ada sebanyak 50.000 jiwa terdampak banjir di Tangerang ini.
Ahmad menyebut tersisa 5 kecamatan yang masih terendam banjir dengan ketinggian debit air mencapai 40 cm sampai satu meter.
"Untuk lokasi yang masih terendam banjir itu, seperti di Kecamatan Kresek, Gunung Kaler, Kosambi, Jayanti dan yang terbaru di Tigaraksa. Ini karena intensitas hujan ekstrem sejak kemarin," kata dia, Kamis (22/1).
Ahmad menjelaskan cuaca ekstrem terus berlangsung sehingga banjir kembali terjadi di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Jayanti, Kresek, Kosambi, Gunung Kaler, dan Tigaraksa.
Di sisi lain, hal ini diperparah dengan meluapnya sejumlah aliran sungai seperti Cidurian, Cimanceuri dan Cidurian.
"Terutama kalau yang intensitas hujan tinggi itu di Tigaraksa kembali banjir. Kalau yang Gunung Kaler dengan Kresek itu penyebab banjirnya meluapnya air sungai Cidurian," terang dia.
Selain itu, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah total korban yang terdampak bencana banjir di Tangerang.
"Saya harus lihat ini lagi. Karena data yang saya buat itu di awal Januari, untuk yang saat ini jumlah jiwa yang masih terdampak masih di rekap," beber dia.
Dalam hal ini, pihaknya menerjunkan sejumlah personel, sarana dan prasarana untuk membantu para korban bencana.
"Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga sendiri juga mengirimkan mesin sedot air," jelas dia.(ant)
Video seru hari ini:

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481210/original/091220400_1769081402-PSJ05705.jpeg)
