REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa penjajahan Zionis Israel atas wilayah Palestina harus diakhiri terlebih dahulu sebelum langkah perdamaian apa pun dapat dijalankan secara efektif di wilayah tersebut.
“Kami percaya, seberapa pun solusi damai dibahas, selama penjajahan masih berlangsung, upaya itu tidak akan membuahkan hasil," kata Boroujerdi saat ditemui usai taklimat media di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga
'Trump Pimpin AS Seperti Urus Perusahaannya Sendiri yang Sering Bangkrut, Bukan American First'
Syarat Rusia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Aset 1 Miliar Dolar AS, dan Penolakan Ukraina
'Saatnya Bergerak Menyelamatkan Dunia dari Kegilaan Trump Sebelum Terlambat'
Dia menyebut langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengakhiri penjajahan terhadap wilayah Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi sebagai respons atas pembentukan Dewan Perdamaian Gaza, sebuah inisiatif yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan dirancang untuk memimpin proses pemulihan Gaza setelah dua tahun agresi Zionis Israel.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Boroujerdi, melanjutkan proses perdamaian tanpa mengakhiri penjajahan merupakan pendekatan yang keliru.
Dia mengibaratkannya seperti seseorang yang menduduki sebagian rumah, lalu mengajak pemiliknya untuk berunding.
Meski demikian, Boroujerdi menegaskan bahwa Iran menghormati keputusan negara-negara yang memilih bergabung dalam badan bentukan Trump tersebut.
Dia memahami setiap negara memiliki kepentingan nasional serta pertimbangan politik yang berbeda dalam menyikapi isu Palestina.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza. Keanggotaan badan tersebut mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)