Liputan6.com, Jakarta - Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten melaporkan komika Pandji Pragiwaksono atas dugaan penghinaan terhadap peribadatan agama Islam.
Laporan dilayangkan menyusul materi stand up comedy Mens Rea yang ditayangkan di Netflix. Menurut mereka, beberapa materi menyinggung makna ibadah salat.
Advertisement
Laporan tercatat dengan nomor LP/B/567/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 22 Januari 2026.
"Tujuannya kita sebagai muslim melaporkan komedian Pandji," kata Ketua Dewan Pembina Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, KH Matin Syarkowi di Polda Metro Jaya, Kamis malam (22/1/2026).
Matin Syarkowi mengatakan, persoalan berawal dari narasi Panji yang menyebut orang rajin salat belum tentu orang baik. Pernyataan itu kemudian diperumpamakan dengan siswa yang tak pernah bolos sekolah, namun disebut berujung “goblok”.
"Dia mengatakan dalam narasi itu bahwa orang yang tidak pernah bolong salatnya alias rajin, apakah otomatis, kira-kira begitu ya, menjadi orang baik? Jawab dia 'enggak' gitu, tapi bisa disebut orang rajin," kata dia.
"Panji kemudian menyambung narasi itu dengan memperumpamakan, kalau kita yakini sebagai analogi dengan siswa yang tidak pernah bolos, ujung-ujungnya kata dia 'seperti saya goblok' gitu," sambung dia.
Menurut Matin, dalam keyakinan umat Islam, orang yang konsisten menjalankan salat diyakini sebagai orang baik karena salat menjadi fondasi akhlak.
Analogi yang dibangun Panji dinilai tidak sepadan dan mengarah pada pelecehan terhadap ibadah, terlebih diperkuat dengan cerita tambahan soal pilot pesawat yang digambarkan mengajak salat safar saat terjadi gangguan penerbangan.
"Karena tidak ada di dunia ini, saya yakin tidak ada, seorang pilot yang mengajak penumpangnya untuk salat safar ketika ada masalah di pesawat," ucap dia.




