Penulis: Yuranda
TVRINews, Bangka Barat
Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian Adnan Sahid (67), nelayan asal Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok, Bangka Barat, setelah tujuh hari operasi tidak membuahkan hasil. Adnan dilaporkan hilang saat melaut, dan pencarian dihentikan pada Kamis, 22 Januari 2026, sesuai batas waktu standar operasional prosedur.
Kepala Unit SAR Mentok, Fajar Permana, menjelaskan selama tujuh hari tim melakukan penyisiran di perairan dan pesisir sekitar lokasi kejadian. "Selain dari jaring yang diduga milik korban, setelah itu tidak ada tanda-tanda yang kami temukan selama pencarian. Maka dengan pertimbangan dan evaluasi dari pelaksanaan operasi SAR tadi, maka pada hari ketujuh kami nyatakan untuk ditutup," ujar Fajar Permana.
Fajar menambahkan, status Adnan saat ini tetap hilang. Namun, operasi SAR bisa dibuka kembali jika ditemukan petunjuk baru mengenai keberadaan korban. "Untuk sementara hasilnya dalam status hilang. Dan ke depannya bila terdapat tanda-tanda penemuan korban, maka operasi SAR dapat kami buka kembali," tegasnya.
Selama proses pencarian, tim menghadapi kendala cuaca ekstrem, seperti hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini menyulitkan manuver perahu karet dan jarak pandang penyelamat. Fajar mengimbau nelayan selalu memeriksa kondisi cuaca sebelum melaut dan melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti jaket pelampung.
Editor: Redaktur TVRINews





