Majalengka Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat, Pembangunan Dimulai Februari 2026

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Pemkab Majalengka telah menyiapkan lahan seluas tujuh hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Gedung itu diproyeksikan memiliki daya tampung hingga 100 siswa.

Adapun lahan untuk Sekolah Rakyat itu rencananya di Blok Nanggerang, Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka. Pembangunan sekolah tersebut direncanakan memasuki tahap groundbreaking pada Februari 2026, melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Baca Juga
  • Kekurangan Ruang Kelas, Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Gudang
  • Tiga Sekolah Rakyat 3T Beroperasi di Kepri
  • Penajam Paser Utara Mulai Operasikan Sekolah Rakyat Rintisan
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan, lahan seluas tujuh hektare yang disiapkan Pemkab Majalengka itu telah sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Pembangunan Sekolah Rakyat ini diperkirakan menyerap anggaran sekitar Rp 6,5 miliar,” ujar Eman, Kamis (22/1/2026).

Eman pun telah melakukan peninjauan untuk memverifikasi kesiapan lahan serta aksesibilitas lokasi sebelum memasuki tahap konstruksi fisik. Salah satu fokus utama dalam survei lapangan tersebut adalah pengaturan akses masuk kendaraan berat selama proses pembangunan.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Untuk meminimalisasi dampak sosial serta mencegah kerusakan jalan lingkungan warga, Pemkab Majalengka memutuskan membuka jalur logistik alternatif sepanjang 170 meter. Hal itu juga dimaksudkan agar proses pembangunan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Solusinya, pemerintah daerah akan menyewa lahan milik warga selama satu tahun untuk dijadikan akses jalan dari area POM. Pembiayaan akan menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung program strategis nasional,” jelasnya.

Eman menambahkan, Kabupaten Majalengka juga berpeluang menerima program lanjutan berupa Sekolah Terpadu (SD–SMP–SMA). Adapun kapasitasnya hingga 1.000 siswa, dengan kebutuhan lahan sekitar 30 hektare.

“Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kepercayaan Pemerintah Pusat terhadap kesiapan daerah. Karena itu, sinergi antar-OPD, khususnya dalam hal perizinan dan administrasi, harus berjalan optimal agar tidak terjadi keterlambatan,” tambahnya. n lilis sri handayani

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pedagang Daging Batal Mogok Tiga Hari Usai Kesepakatan dengan Pemerintah
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kondisi Jaja Mihardja Membaik, Kini Bisa Berjalan Tanpa Kursi Roda
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Shayne Pattynama Kirim Kode Hengkang dari Buriram United, Persija Siapkan Reuni dengan Punggawa Timnas Indonesia
• 10 jam lalufajar.co.id
thumb
Ini Tujuan Standarisasi Ejaan 194 Nama Negara ke Bahasa Indonesia-Jadi Lebih Paham
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Sempat Kaget Strategi Lawan, Jafar/Felisha Bangkit dan Melaju ke 8 Besar
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.