Donald Trump Klaim Iron Dome Teknologi AS dan Tantang Netanyahu

eranasional.com
4 jam lalu
Cover Berita

Swiss, ERANASIONAL.COM– Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia setelah menyampaikan komentar kontroversial mengenai sistem pertahanan Iron Dome Israel saat berbicara di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Rabu (21/1/2026). Trump tidak hanya membahas rencana pembangunan sistem pertahanan rudal generasi baru yang dijuluki “Golden Dome”, tetapi juga secara terbuka menyinggung klaim teknologi Iron Dome yang selama ini dipahami sebagai hasil pengembangan Israel.

Dalam pidatonya, Trump menyatakan bahwa teknologi di balik Iron Dome yang dikenal sebagai sistem pertahanan udara yang sangat efektif untuk mencegat roket dan proyektil adalah sepenuhnya buatan Amerika Serikat. Pernyataan ini ditujukan secara langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menurut Trump harus “berhenti mengambil pujian” atas sistem tersebut. Trump menegaskan, “Itu teknologi kita, itu milik kita.”

Namun, klaim ini bertentangan dengan sejarah teknis Iron Dome. Menurut pakar pertahanan dan laporan media internasional, Iron Dome sesungguhnya dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Israel Rafael Advanced Defense Systems, meskipun pendanaan serta komponen tertentu memang mendapat dukungan finansial dari Amerika Serikat.

Lebih jauh dalam pidatonya di Davos, Trump menjelaskan visinya soal Golden Dome sebuah sistem pertahanan rudal canggih yang menurutnya akan melindungi wilayah Amerika Serikat, Kanada, dan sekutu lainnya dari ancaman rudal balistik, hipersonik, dan serangan udara berteknologi tinggi.

Proyek ini pertama kali diumumkan pada Mei 2025 dan diprediksi akan menjadi investasi raksasa dengan perkiraan biaya sekitar USD 175 miliar, atau hampir Rp 2.9 kuadriliun. Rencana ini mencakup sejumlah kontrak pengembangan teknologi dengan sejumlah perusahaan pertahanan besar di AS seperti Northrop Grumman, Lockheed Martin, hingga Anduril.

Trump menggambarkan Golden Dome sebagai “sistem pertahanan yang belum pernah ada sebelumnya,” yang tidak hanya beroperasi di darat tetapi juga melibatkan sensor dan interceptor berbasis ruang angkasa. Ia menegaskan bahwa Golden Dome akan memiliki kemampuan lebih maju ketimbang Iron Dome yang sudah beroperasi di Israel.

Pernyataan Trump ini menuai reaksi dari analis politik dan pemerhati pertahanan global. Sejumlah pengamat menilai klaim Trump bahwa Iron Dome adalah teknologi AS bisa berdampak pada hubungan diplomatik Washington–Tel Aviv, terutama terkait narasi pembagian kredit teknologi dan peran bantuan militer AS dalam membiayai sistem tersebut.

Meski demikian, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel yang secara langsung menanggapi klaim Trump itu. Beberapa sumber menyebut belum ada upaya dari pejabat Israel untuk membantah atau memperjelas pernyataan Trump di panggung internasional tersebut.

Trump menggunakan pidatonya di Davos tidak hanya untuk membahas Golden Dome, tetapi juga untuk menyoroti isu strategis lain seperti hubungan dengan NATO, serta pentingnya peran wilayah seperti Greenland dalam strategi keamanan regional dan global. Trump mengatakan kepada sekutu bahwa Amerika telah berbuat banyak demi keamanan bersama dan mengharapkan pengakuan serta dukungan yang lebih besar dari mitra internasional.

Ia juga menyinggung hubungan dengan Kanada dan Eropa, serta rencana pertahanan yang menurutnya akan “membuat Amerika, Kanada, dan dunia menjadi lebih aman.” Pernyataan ini muncul di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang termasuk ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah serta persaingan teknologi pertahanan dengan kekuatan besar dunia lainnya.

Secara teknis, klaim bahwa Iron Dome adalah teknologi AS sepenuhnya tidak akurat. Sistem tersebut dikembangkan oleh Israel dan telah menunjukkan efektivitas tinggi dalam konflik regional, terutama dalam melindungi kota-kota dari roket jarak pendek dan proyektil lainnya. AS memang memberikan dukungan finansial dan pembelian interceptor, tetapi desain dan pengembangan utama tetap berada di tangan pihak Israel.

Analis juga menyoroti bahwa Trump kemungkinan mencampuradukkan bantuan dana dan dukungan logistik dalam program Iron Dome dengan kepemilikan teknologi, sehingga menghasilkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Sementara pernyataan Trump di Davos membuka diskusi luas tentang hak cipta teknologi pertahanan, bantuan militer internasional, dan strategi global baru yang tengah digagas oleh pemerintahannya. Dengan Golden Dome sebagai puncak dari visi pertahanan masa depan, Trump menegaskan posisi AS sebagai kekuatan teknologi dan militer global, sekaligus menantang narasi historis yang ada mengenai Iron Dome Israel.

Untuk publik internasional, pidato tersebut bukan hanya soal teknologi militer, tetapi juga soal politik diplomatik, klaim kepemilikan inovasi, dan arah hubungan strategis antara sekutu lama isu yang dipastikan akan terus dipantau oleh pemerintah, analis, dan media di seluruh dunia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wahai PPPK Paruh Waktu yang Belum Terima Gaji Januari, Simak Penjelasan 4 Pejabat Ini
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Deretan Konglomerat Ikut Prabowo ke Inggris, Ada Bakrie hingga Djarum
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terdakwa Klaim Sudah Pensiun Saat Impor LNG Dilakukan, Kini Tuding Pihak Lain
• 2 jam laludetik.com
thumb
Rismon Sianipar Sentil ‘Pengkhianatan Perjuangan’, Singgung Eggy Sudjana?
• 15 jam lalufajar.co.id
thumb
Sejumlah Wilayah di Kota Bekasi Masih Banjir hingga Siang Ini, Ini Titiknya
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.