Jakarta, ERANASIONAL.COM – Presenter sekaligus artis ternama Raffi Ahmad akhirnya memberikan respons terkait namanya yang disebut oleh komika Pandji Pragiwaksono dalam spesial show bertajuk Mens Rea. Pernyataan tersebut disampaikan Raffi secara singkat saat ditemui awak media di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026).
Raffi menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mempermasalahkan penyebutan namanya dalam materi komedi tersebut. Ia mengaku sudah terbiasa dikaitkan dengan berbagai isu, mengingat posisinya sebagai figur publik yang dikenal luas oleh masyarakat.
“Udah biasa saya digitu-gituin, enggak apa-apa,” ujar Raffi Ahmad singkat kepada wartawan.
Pernyataan itu disampaikan tanpa nada defensif maupun klarifikasi panjang. Usai menjawab pertanyaan media, Raffi memilih untuk segera meninggalkan lokasi. Ia menyebut masih memiliki agenda lain di luar kota yang harus dihadiri dalam waktu dekat.
“Ini sekarang saya mau ke luar kota lagi,” kata Raffi sebelum bergegas pergi.
Sebagai informasi, Mens Rea merupakan spesial show terbaru Pandji Pragiwaksono yang mulai tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025. Berbeda dengan pertunjukan stand-up konvensional, Mens Rea disajikan tanpa sensor dan mengangkat berbagai isu sensitif, mulai dari sosial, politik, hingga hukum, dengan pendekatan observasi dan satire khas Pandji.
Dalam salah satu segmen pertunjukan, Pandji membahas topik pencucian uang (money laundering). Ia menjelaskan secara umum bagaimana dana hasil kejahatan tidak dapat langsung digunakan, melainkan harus “diputar” melalui berbagai skema bisnis agar terlihat legal.
Dalam konteks penjelasan tersebut, Pandji menyebut sejumlah contoh jenis usaha dan skema investasi yang kerap dijadikan ilustrasi. Pada bagian inilah, nama Raffi Ahmad ikut tersinggung, yang kemudian memicu perhatian publik setelah potongan pertunjukan tersebut beredar luas di media sosial.
Namun, Pandji menegaskan dalam materinya bahwa fokus pembahasan bukan pada sosok Raffi Ahmad secara personal, melainkan pada konsep dan mekanisme pencucian uang secara umum. Nama Raffi disebut sebagai ilustrasi figur publik yang dikenal luas, bukan sebagai tuduhan atau tudingannya terhadap individu tertentu.
Setelah potongan Mens Rea menyebar di berbagai platform media sosial, respons warganet pun bermunculan. Sebagian menilai materi tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang wajar dalam dunia komedi, sementara yang lain mempertanyakan etika penyebutan nama figur publik dalam konteks isu sensitif seperti pencucian uang.
Diskusi pun berkembang di ruang digital, terutama karena Raffi Ahmad dikenal sebagai salah satu artis dengan portofolio bisnis yang luas, mulai dari hiburan, kuliner, hingga investasi. Hal tersebut membuat penyebutan namanya dalam konteks apa pun kerap memicu spekulasi publik.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi yang menyebut Raffi Ahmad terlibat dalam praktik ilegal, dan tidak ada proses hukum yang dikaitkan dengan namanya terkait isu yang dibahas dalam Mens Rea.
Respons Raffi Ahmad yang singkat dan tenang dinilai sebagian pengamat sebagai bentuk kehati-hatian. Alih-alih memberikan bantahan panjang atau klarifikasi detail, Raffi memilih untuk tidak memperpanjang polemik.
Sebagai figur publik dengan tingkat eksposur tinggi, Raffi memang kerap menjadi sorotan dalam berbagai isu, baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, bisnis, maupun aktivitasnya di dunia hiburan dan sosial. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Raffi juga dikenal memilih sikap low profile ketika menghadapi isu yang berkembang di media.
Langkah ini dianggap sejalan dengan strategi komunikasi publik yang tidak reaktif, terutama ketika isu berasal dari konteks hiburan atau satire.
Pandji Pragiwaksono sendiri dikenal sebagai komika yang konsisten mengangkat isu-isu berat dalam materi stand-up comedy-nya. Dalam Mens Rea, ia membahas berbagai topik mulai dari dinamika politik pasca-Pemilu 2024, perilaku pejabat publik, hingga kesadaran hukum masyarakat.
Judul Mens Rea sendiri merupakan istilah hukum yang merujuk pada “niat jahat” atau sikap batin seseorang dalam melakukan tindak pidana. Pandji menggunakan konsep ini sebagai benang merah untuk mengulas bagaimana niat, kekuasaan, dan moralitas sering kali saling bertabrakan dalam realitas sosial dan politik.
Gaya penyampaian yang lugas dan tanpa sensor membuat pertunjukan ini menuai pujian sekaligus kritik, terutama karena menyentuh figur publik dan isu yang sensitif.
Penyebutan nama Raffi Ahmad dalam spesial show Mens Rea menjadi sorotan publik, terutama setelah cuplikannya viral di media sosial. Namun, Raffi memilih merespons dengan santai dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Sementara itu, Pandji Pragiwaksono menempatkan penyebutan nama tersebut dalam konteks ilustrasi dan kritik sosial, bukan sebagai tuduhan personal. Hingga kini, polemik yang muncul lebih banyak berlangsung di ruang diskusi publik dan media sosial, tanpa berlanjut ke ranah hukum.
Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana komedi, figur publik, dan isu sensitif dapat saling bersinggungan, serta bagaimana respons yang tenang sering kali menjadi pilihan untuk meredam polemik yang berkembang.



