Wali Kota Cirebon Naik Pitam Trotoar Rusak Akibat Jadi Parkir Liar Pengelola Usaha

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Parkir secara ilegal di atas trotoar jalan di Kota Cirebon membuat fasilitas publik itu mengalami kerusakan. Tak hanya merusak estetika, keberadaan parkir di atas trotoar juga merampas hak pejalan kaki. Kondisi itu pun membuat Wali Kota Cirebon, Effendi Edo naik pitam.

Kejengkelan Effendi datang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sepanjang Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. Langkah tersebut sebagai respon atas keluhan warga terkait menjamurnya parkir liar yang menyerobot hak pejalan kaki.

Baca Juga
  • Komisi V DPRD Jabar Soroti Dampak Integrasi Balai Kesehatan Paru di Cirebon
  • Melihat Semrawutnya Kabel di Langit Kota Cirebon, Satu Tiang Tampung 20 Kabel
  • KA Menoreh Tertemper Truk di Cirebon, Jalur Hilir tak Dapat Dilalui
Di lokasi itu, Effendi menyaksikan langsung pemandangan trotoar yang sesak oleh deretan kendaraan, baik motor maupun mobil. Ia pun langsung memberikan peringatan kepada pihak pengelola usaha di area tersebut.

"Trotoar adalah area khusus pejalan kaki, bukan lahan parkir tambahan. Pengelola usaha wajib menyediakan kantong parkir yang memadai di lahan mereka sendiri, sesuai dengan dokumen Amdal Lalin (Analisis Dampak Lalu Lintas) yang telah disepakati," tegas Effendi, Rabu (21/1/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;} Effendi juga menyoroti kondisi fisik trotoar yang mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang parkir di atasnya. Padahal, trotoar mestinya diperuntukkan bagi pejalan kaki, dan bukan kendaraan. 

Karena itu, Effendi melayangkan ultimatum kepada pengelola usaha yang menjadikan troroar sebagai lahan parkir. Ia memberikan tenggat waktu selama tujuh hari kepada pengelola usaha untuk memperbaiki trotoar agar kembali berfungsi normal. 

"Dalam 1×24 jam kalau masih ada kendaraan parkir di trotoar, saya akan sanksi. Saya ingin trotoar segera dibereskan. Satu minggu harus sudah dibereskan," tukasnya.

Ia juga menyoroti kemacetan akibat parkir liar di Jalan Cipto, tepatnya di salah satu mal. Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Cirebon saat ini sedang bernegosiasi dengan pengelola mal untuk mengevaluasi sistem pembayaran parkir.

"Kami menyarankan agar pengelola mal lebih fleksibel dalam metode pembayaran. Selain e-money, pembayaran tunai sebaiknya tetap dilayani agar arus masuk kendaraan lebih cepat. Jika akses ke dalam lancar, pengunjung tidak akan lagi memarkir kendaraannya di pinggir jalan yang memicu kemacetan," katanya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pohon Tumbang Timpa SPBU Senen, Satu Orang Jadi Korban
• 3 menit laluokezone.com
thumb
Doa Keluarga Melepas Kepergian Olen Pramugari ATR 42-500
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pantauan Terkini Kondisi Banjir di Pati hingga Karawang Imbas Hujan Deras, Aktivitas Warga Terganggu
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Kronologi Penemuan 6 Korban Pesawat ATR 42-500, Satu Berhasil Dievakuasi
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Pemkot Surabaya Akan Perketat Seleksi Beasiswa Pemuda Tangguh
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.