Kurangi Curah Hujan, Prabowo Minta Tambah Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Dalam dua hari terakhir intensitas hujan sangat tinggi, terutama pada Kamis (22/1/2026), sehingga menyebabkan genangan di berbagai titik di Jakarta.

Kurangi Curah Hujan, Prabowo Minta Tambah Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebagai upaya mengurangi curah hujan tinggi yang memicu banjir.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, dalam dua hari terakhir intensitas hujan sangat tinggi, terutama pada Kamis (22/1/2026), sehingga menyebabkan genangan di berbagai titik di Jakarta.

Baca Juga:
Tim Sar Masih Proses Evakuasi 6 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

“Tentunya kami menyampaikan rasa prihatin bahwa dalam dua hari ini, terutama hari ini, curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadi genangan air di beberapa ruas jalan di Ibu Kota. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia menjelaskan, atas arahan Presiden Prabowo, pemerintah telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, mulai dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guna memperkuat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Baca Juga:
Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, BRI Raih Penghargaan pada Puncak Hari Desa Nasional 2026

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kemudian dengan BNPB, kemudian juga dengan BMKG untuk bagaimana memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan,” tutur dia.

Prasetyo menambahkan, berdasarkan laporan BMKG, wilayah Jabodetabek saat ini tengah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari 2026. 

Baca Juga:
BI Yakin Fundamental Ekonomi Nasional, Penguatan Rupiah Dijaga

Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya banjir dan genangan di kawasan perkotaan.

 “Karena memang ini memasuki puncak curah hujan sampai akhir bulan Januari berdasarkan laporan dan data dari BMKG,” tuturnya.

Terkait pemantauan Presiden Prabowo terhadap situasi banjir, Prasetyo memastikan bahwa Prabowo terus memonitor perkembangan kondisi di lapangan dan berkomunikasi intens dengan jajaran terkait dalam dua hari terakhir.

“Berkenaan dengan pertanyaan apakah Presiden memonitor, perlu kami sampaikan bahwa dalam dua hari ini beliau terus memonitor dan berkomunikasi dengan kami, jajaran di tanah air. Sebagaimana tadi kami sampaikan, itu juga atas petunjuk dan arahan dari Presiden,” katanya.

 (kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eks Pemain Arsenal Ngebet Berlaga Bersama Persik Kediri, Ungkap Targetnya
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Denmark Tegaskan Kedaulatan Tidak Bisa Dinegosiasi dan Minta Nato Hadir di Arktik
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Tinjau Kali Cakung Lama di Cilincing, Jakarta Utara
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Usut Dugaan Kasus Fraud, Polisi Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Capaian Strategis Kemendikdasmen 2025 hingga Pemulihan Pendidikan Pascabencana
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.