Kemendikdasmen mencatat berbagai capaian strategis dalam pelaksanaan program pendidikan nasional sepanjang 2025, termasuk dalam menjaga keberlanjutan layanan pendidikan di tengah tantangan bencana.
Beragam program dijalankan guna memperluas akses, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
Dalam penguatan sarana pendidikan, program pembangunan dan revitalisasi menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target awal dan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal serta penguatan UMKM di 5.273 kecamatan.
Selain itu, 515 kabupaten/kota dan provinsi menerima alokasi DAK Fisik Bidang Pendidikan untuk pengadaan peralatan pembelajaran di 14.672 satuan pendidikan.
Dari sisi peserta didik, Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan kepada lebih dari 19 juta siswa dari keluarga miskin dan rentan. Sementara itu, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) menjangkau ribuan peserta didik di wilayah khusus serta anak Pekerja Migran Indonesia di luar negeri.
Kemendikdasmen juga mendorong peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru melalui penyaluran berbagai tunjangan, pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi ratusan ribu guru ASN dan non-ASN, pelatihan bagi lebih dari 69.000 guru dan fasilitator, serta dukungan peningkatan kualifikasi S1/D4 bagi sekitar 12.500 guru.
Di bidang literasi dan kebahasaan, Kemendikdasmen terus memperkuat pelestarian bahasa daerah, fasilitasi komunitas literasi, serta pengembangan bahan ajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan capaian literasi nasional dan memperkokoh jati diri bangsa melalui bahasa.
Upaya tersebut sejalan dengan penguatan posisi Bahasa Indonesia di tingkat global. Pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Samarkand, Uzbekistan, Bahasa Indonesia secara resmi dipakai dalam forum internasional saat Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan Pernyataan Nasional Indonesia sepenuhnya dalam Bahasa Indonesia.
Momen bersejarah ini menandai Bahasa Indonesia berdiri sejajar dengan sembilan bahasa resmi dunia lainnya di UNESCO, bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan yang menyatukan, menginspirasi, dan menghubungkan manusia lintas bangsa.
Penanganan Bencana dan Pemulihan PendidikanPada akhir 2025, banjir dan longsor melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar, menyebabkan gangguan layanan pendidikan di ribuan sekolah. Menanggapi kondisi tersebut, Kemendikdasmen mengambil langkah tanggap darurat sekaligus memfasilitasi pemulihan pendidikan di daerah terdampak.
Upaya kemanusiaan dan pemulihan yang dilakukan Kemendikdasmen mencakup:
Pendirian tenda kelas darurat sejumlah 147 unit untuk mendukung proses pembelajaran di lokasi terdampak.
Ruang kelas darurat sementara tersedia sebanyak 160 unit di beberapa titik terdampak bencana.
Penyaluran perlengkapan sekolah (school kit) sebanyak 27.000 paket kepada siswa terdampak.
Bantuan operasional pendidikan darurat lebih dari Rp 25 miliar, mendukung kegiatan belajar dan layanan sekolah di masa tanggap darurat.
Bantuan dukungan psikososial serta buku bacaan bagi siswa untuk mendukung pemulihan emosional dan keterampilan bacaan.
Penyaluran tunjangan khusus kepada guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana, mencakup puluhan ribu guru dengan total nilai bantuan mencapai puluhan miliar rupiah.
“Semoga seluruh bantuan tersebut dapat mendukung kebutuhan anak-anak kita untuk dapat tetap mendapatkan hak pendidikannya meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (22/1/2026).
Sebagai bagian dari pemulihan layanan pendidikan, Kemendikdasmen juga telah memastikan bahwa sebagian besar sekolah terdampak sudah kembali melakukan pembelajaran.
Per 15 Januari 2026, sekitar 97% sekolah yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut siap memulai pembelajaran semester genap, meskipun pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan situasi di setiap wilayah.
Mu’ti bersama jajaran Kemendikdasmen turut meninjau langsung sekolah terdampak bencana, termasuk di Aceh Tamiang, untuk memberi semangat kepada murid dan guru serta mendorong percepatan perbaikan ruang kelas. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak agar sekolah kembali aman dan nyaman bagi peserta didik.
"Saya sempat masuk ke kelas. Ibu guru sudah mulai memberikan pelajaran dan melakukan dialog dengan murid-murid untuk mereka bisa semangat, bagian dari layanan psikolog diberikan oleh para guru," kata Mu'ti saat meninjau hari pertama masuk sekolah semester genap di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).
Capaian Indikator Kinerja StrategisBeragam capaian program di atas turut meningkatkan beberapa Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) nasional, seperti partisipasi sekolah usia 7–18 tahun, kualitas lingkungan belajar PAUD, dan serapan kerja lulusan vokasi dalam waktu satu tahun setelah lulus.
Indeks kebahasaan dan internasionalisasi Bahasa Indonesia juga menunjukkan tren positif, sementara Indeks Reformasi Birokrasi diproyeksikan mencapai angka yang tinggi.
Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan, meskipun di tengah tantangan bencana.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, turut mengapresiasi Kemendikdasmen atas capaian pada tahun anggaran 2025.
“Ini menunjukkan upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana amanat undang-undang itu semakin meningkat di tahun 2025, dan semoga akan meningkat lagi di tahun 2026,” ucapnya kepada Mu’ti saat rapat kerja Kemendikdasmen dan DPR beberapa waktu lalu.




