Banjir di Grogol Berujung Duka, Pengemudi Mobil Meninggal Dunia di Tengah Kemacetan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis (22/1/2026) tidak hanya menyebabkan kekacauan lalu lintas dan gangguan aktivitas masyarakat, tetapi juga menelan korban jiwa.

Seorang pengemudi mobil berinisial AR ditemukan meninggal dunia saat terjebak kemacetan parah akibat banjir di Jalan Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026) siang.

AR ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya saat petugas kepolisian tengah sibuk mengatur arus lalu lintas yang tersendat akibat banjir.

Baca juga: Banjir Jakarta dan Rapuhnya Ketahanan Sosial Kota

Kanit Lantas Grogol Petamburan AKP Arif Rahman Hakim mengatakan, awalnya ia melihat sebuah minibus berwarna silver yang berhenti di titik banjir, tepatnya di sebelum pelintasan kereta api sebidang Stasiun Grogol.

"Saya lagi di TKP untuk penanggulangan banjir ya, penanggulangan banjir di Jalan Latumenten. Tiba-tiba saya melihat ada mobil mogok," ujar Arif saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.

Melihat kendaraan tersebut menghambat laju lalu lintas, Arif berniat membantu dengan mendorong mobil itu ke tepi agar tidak memperparah kemacetan.

Namun, ia merasa janggal karena pengemudi tidak memberikan respons apa pun saat petugas hendak mendorong mobil.

"Lanjut mau saya dorong, ternyata kok enggak ada reaksi," kata Arif.

Mobil tak dikunci, pengemudi sudah meninggal

Arif kemudian memeriksa kondisi pengemudi mobil tersebut. Setelah memeriksa, ia menemukan pintu mobil tidak terkunci dan mesin masih menyala, sementara pengemudi sudah tak bernyawa.

Baca juga: Update Banjir Jakarta Jumat Pagi: 106 RT dan 14 Ruas Jalan Masih Tergenang

"Saya buka, ternyata sudah meninggal di dalam kendaraan," kata dia.

Berdasarkan identitas yang ditemukan petugas, korban diketahui merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara.

"Jenis kelamin laki-laki. Perkiraan sekitar umur 40-an," ucap Arif.

Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Arif menduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung saat terjebak dalam situasi macet dan banjir.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"(Luka atau tanda penganiayaan) enggak ada. Kemungkinan sakit jantung mungkin," ujar dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lima Poin Penting Pidato Trump
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Busana Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Indonesia Jaga Arah Transisi Solusi Dua Negara
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Pamer Pemberantasan Korupsi di WEF: Kita Harus Berani Akui Penyakit Kita
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Belum Terkalahkan di Proliga 2026, Erwin Rusni Akui Tak Puas dengan Performa LavAni saat Taklukan Medan Falcons
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.