DAVOS, DISWAY.ID-- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menandatangani Piagam Dewan Perdamaian dalam pertemuan tahunan di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Prabowo hadir mengenakan setelan jas dan peci hitam, menandatangani piagam di sisi kiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang bertindak sebagai pemimpin sekaligus inisiator Dewan Perdamaian.
Di sisi kanan Trump, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban turut menandatangani piagam secara bersamaan.
BACA JUGA:Prabowo di WEF 2026: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang, Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa pembentukan Board of Peace melibatkan banyak negara dan terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Kami akan bekerja dengan banyak pihak lainnya, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.
Trump juga menyinggung konflik Gaza. Ia menyatakan kehadiran para kepala negara di Dewan Perdamaian menunjukkan komitmen untuk mengakhiri perang.
“Perang di Gaza benar-benar akan berakhir. Tadinya api besar, sekarang kecil, jadi bisa kita matikan dengan mudah,” kata Trump.
Indonesia menegaskan partisipasi di Dewan Perdamaian akan difokuskan pada:
- Menjaga transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-state solution).
- Menolak pengaturan permanen yang mengabaikan hak rakyat Palestina.
- Menyuarakan penghentian kekerasan dan perlindungan warga sipil.
- Memastikan akses kemanusiaan.
- Mendukung pemulihan tata kelola sipil Palestina.
BACA JUGA:Kinerja Menpora Disorot, Dinilai Langkahi Asta Cita Prabowo
- 1
- 2
- »


