Jakarta, VIVA – Aktris Marshanda kembali menyita perhatian publik setelah membagikan kisah personal mengenai perjuangan panjangnya melawan gangguan bipolar.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadi, perempuan berusia 36 tahun ini menunjukkan sisi paling rentan dalam hidupnya sebagai bentuk keterbukaan kepada para penggemar dan pengikut setianya.
Ia menegaskan bahwa akun Instagram yang ia kelola tidak semata menjadi ruang pamer pencapaian, melainkan juga wadah untuk berbagi realitas hidup yang penuh luka dan tantangan.
Marshanda mengungkapkan bahwa perjalanan pemulihan kesehatan mental bukanlah proses yang lurus dan menyenangkan. Menurutnya, fase penyembuhan justru dipenuhi naik-turun emosi yang menguras tenaga batin.
Mantan istri Ben Kasyafani itu juga mengaku bahwa dampak emosional dari diagnosis bipolar baru benar-benar terasa setelah bertahun-tahun berlalu.
Ia menyadari selama ini mampu bertahan karena mekanisme penyangkalan, sementara luka batin terdalam belum sepenuhnya diproses.
Dalam unggahan tersebut, Marshanda turut membagikan tangkapan layar percakapan panjang dengan sang ibu.
"Karena hal kecil yang baru terjadi, aku tiba-tiba merasa bipolar membuatku jadi orang sial," tulisnya, dikutip Jumat 23 Januari 2026.
"Aku merasa kecil, merasa tidak beruntung seperti orang yang tidak punya gangguan mental," tambahnya.
Curahan perasaan itu menggambarkan betapa ia sempat merasa tidak layak merasakan kebahagiaan.
Artis yang akrab disapa Caca ini juga menuturkan kebingungan mendalam yang ia rasakan.
"Aku lupa caranya dulu bisa jadi orang yang kuat," katanya.
"Ku lupa bagaimana dulu bisa berpikir positif dan menyebarkan semangat pemberdayaan kepada banyak orang," sambungnya.
Marshanda mengaku baru pertama kali merasakan kondisi emosional seberat ini sejak didiagnosis bipolar 17 tahun lalu karena sebelumnya memilih menjalani hidup seolah tanpa hambatan.
"Selama ini aku seperti berkembang, bikin konten, seminar, dan komunitas penyembuhan," ujarnya.
Namun, di balik kesibukan dan pencapaian tersebut, Marshanda menyadari bahwa dirinya belum pernah benar-benar memberi ruang untuk berduka.
"Baru sekarang aku sedih dan patah hati, detik ini juga," imbuhnya.
Ia bahkan mengakui kemungkinan telah hidup dalam fase penyangkalan selama bertahun-tahun.
Meski diwarnai air mata dan rasa sakit, Marshanda memandang fase emosional ini sebagai bagian penting dari proses penerimaan diri. Ia percaya bahwa dengan menerima kondisi bipolar secara utuh, dirinya dapat terus bertumbuh menjadi ibu yang penuh kasih, seniman yang jujur, serta pribadi yang mampu memberi dampak positif bagi banyak orang.





