Jakarta, tvOnenews.com - Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil kembali menunjukkan mental kuat di Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Setelah melewati dua laga melelahkan yang sama-sama harus dituntaskan lewat tiga gim, pasangan peringkat 24 dunia ini kini menatap babak perempat final dengan kewaspadaan tinggi.
- Instagram/@badminton.ina
Pada laga babak kedua kemarin, Adnan/Indah dipaksa bekerja keras menghadapi Lee Jong Min/Lee Yu Lim asal Korea Selatan sebelum akhirnya menang tipis dengan skor 21-13, 20-22, 21-19.
Mereka sempat tampil meyakinkan di gim pertama dengan keunggulan jauh 11-4 sebelum mengamankannya.
Situasi berbalik di gim kedua. Adnan/Indah yang sempat memimpin justru kehilangan momentum dan harus menyerah lewat adu setting. Drama kembali tersaji di gim penentuan.
Setelah unggul telak hingga match point 20-11, Adnan/Indah justru hampir kehilangan kemenangan.
“Waktu unggul jauh, kami terlalu buru-buru, jadi banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Adnan.
Pasangan Korea Selatan itu perlahan mengejar hingga kedudukan menipis menjadi 19-20.
Tekanan pun semakin terasa, dan setiap poin menjadi sangat sulit diraih. Indah mengakui situasi tersebut memaksa mereka untuk lebih menahan diri.
“Kami mencoba untuk lebih yakin, tidak buru-buru, karena kan jauh banget lawan mengejar sampai poin 19. Beberapa poin mereka dapatnya dari kesalahan-kesalahan kami. Kami lebih tenang lagi, kalau sudah enak mainnya, jangan melakukan kesalahan sendiri,” ujar Indah.
“Rasanya gemes gitu, maksudnya kan tinggal satu poin lagi lho,” tambahnya.
Adnan juga mengakui bahwa kondisi tertekan membuat mereka sempat kehilangan kontrol permainan.
“Ketika lawan menyusul, kami sempat panik juga sebenarnya. Kami saling mengingatkan dan menenangkan,” sebut semifinalis Hong Kong Open 2025 tersebut.
Pengalaman melewati laga-laga ketat ini menjadi modal penting bagi Adnan/Indah jelang perempat final. Mereka akan menghadapi tantangan berat dari unggulan kedua asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.
Indah menegaskan perlunya perubahan pendekatan agar kesalahan serupa tidak terulang.
“Di perempat final besok, kami harus main lebih safe dan lebih yakin dengan permainan kami. Rotasi permainan juga harus berjalan,” ujar Indah.




