Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas akhirnya menembus level psikologis US$4.900 per troy ons. Hal itu juga menandakan kenaikan harga emas menyentuh level All Time High terbarunya, seiring dengan pencapaian rekor harga perak.
Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), harga emas dunia naik 2,07% di level US$4.936,29 per troy ons. Pada perdagangan intraday, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di US$4.940,40 per troy ons, sebelum akhirnya ditutup lebih rendah. Mimpi harga emas untuk menembus target di US$5.000 per troy ons akan segera terwujud.
Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sepanjang masa. Kenaikan kemarin juga memperpanjang reli gila-gilaan emas dengan menguat 7,4% dalam empat hari terakhir.
Pada perdagangan hari ini Jumat (23/1/2026) hingga pukul 06.39 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat tipis 0,09% di posisi US$4.940,98 per troy ons. terwujud.
Harga emas menembus angka US$4.900 per troy ons untuk pertama kalinya pada hari Kamis, didorong oleh ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, dolar AS yang melemah, dan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, sementara harga perak dan platinum mencapai rekor tertinggi baru.
Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), dolar AS (DXY) turun 0,47% di level 98,29, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS lebih menarik bagi pembeli luar negeri.
"Ketegangan geopolitik, dolar yang umumnya lemah, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed tahun ini, semuanya merupakan faktor yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tren de-dolarisasi makro dan masih memengaruhi permintaan (emas)," ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia telah mengamankan akses total dan permanen AS ke Greenland dalam kesepakatan dengan NATO, yang kepala NATO mengatakan sekutu harus meningkatkan komitmen mereka terhadap keamanan Arktik untuk menangkal ancaman dari Rusia dan China.
Namun, detail kesepakatan tersebut masih belum jelas dan Denmark bersikeras bahwa kedaulatannya atas pulau itu tidak dapat didiskusikan.
Dari segi data, laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS terbaru menunjukkan pengeluaran konsumen meningkat pada bulan November dan Oktober, menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama tiga kuartal berturut-turut.
Pasar mengantisipasi bank sentral AS akan menerapkan dua pemotongan suku bunga seperempat poin persentase pada paruh kedua tahun ini, meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
"Kemunduran jangka pendek akan dilihat sebagai peluang pembelian (emas). Kami telah melihat level US$5.000 per troy ons di dekatnya dan di luar itu proyeksi Fibonacci US$5.187,79 per troy ons terlihat masuk akal," tambah Grant.
(saw/saw)




