Warga Desa Pulau Ay, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, dihebohkan dengan temuan telur ayam diduga palsu yang bentuknya menyerupai bola plastik.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (18/1) di salah satu rumah warga itu viral di media sosial. Saat itu, sedang ada acara pengajian tujuh hari meninggalnya salah satu warga setempat.
Dalam beberapa video yang beredar, telur diduga palsu dan tak lazim tersebut diketahui saat proses memasak. Jumlahnya lebih dari sepuluh butir.
Kondisi Aneh pada TelurMenurut keterangan warga di lokasi kejadian, telur tersebut berbau sangat pekat, tidak seperti bau telur pada umumnya. Saat digoreng juga terlihat aneh, yakni meletup-letup hingga menyebabkan minyak goreng terpencar ke mana-mana.
Kata Alfatih, warga Desa Pulau Ay, dalam mengatakan bahwa saat ini barang bukti telur telah diamankan dan akan dibawa ke Polsek Banda untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Ia memperlihatkan langsung kondisi telur yang telah direbus dengan cara dibanting, namun tidak pecah. "Dari gesturnya ada indikasi palsu, tidak tahu dari apa, karena saya banting tidak pecah," jelasnya.
Warga berharap polisi bisa menyelidiki temuan ini secara menyeluruh agar masyarakat merasa aman.
Polisi Periksa Penjual hingga Uji LabKepolisian Sektor Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, melakukan pengembangan terkait dugaan telur palsu yang beredar di Desa Pulau Ay.
Kapolsek Banda, Iptu Abu Kasim Rahanyamtel, mengatakan pihaknya terus menelusuri kasus tersebut. Pengembangan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk penjual.
“Sudah kami lakukan pengembangan terkait adanya dugaan telur palsu itu, namun sampai hari ini belum ada kepastian asal-usul telur tersebut,” ujar Abu saat dihubungi kumparan, Kamis (22/1).
Abu mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari dinas terkait untuk memastikan sampel telur yang diduga palsu tersebut.
Imbau Warga WaspadaPolsek Banda terus melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk meminta warga agar waspada. Warga juga diminta berperan aktif melaporkan kepada pihak berwajib jika masih menemukan telur serupa.
“Yang jelas, langkah-langkah pencegahan sudah kami lakukan sejak awal ditemukan telur tersebut. Kami selalu memberikan imbauan kepada warga agar waspada dan selalu berkoordinasi dengan aparat apabila ditemukan lagi telur serupa,” kata Abu.
Terkait informasi yang beredar mengenai temuan telur diduga palsu di sejumlah desa, Kapolsek menegaskan sejauh ini kasus tersebut hanya terjadi di Desa Pulau Ay.


