Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan menjadi sorotan bursa transfer setelah memantau langsung salah satu talenta muda yang tengah bersinar di Serie A. Laga melawan Lecce pada Minggu lalu menjadi momen penting bagi Rossoneri untuk menilai kualitas bek tengah Tiago Gabriel dari jarak dekat.
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 tersebut bukan sekadar soal tiga poin bagi Milan. Di balik hasil positif itu, perhatian jajaran manajemen tertuju pada sosok muda asal Portugal yang tampil tenang dan disiplin di lini belakang Lecce.
Menurut laporan Corriere della Sera, Milan meninggalkan Stadion San Siro dengan kesan mendalam terhadap performa Tiago Gabriel. Bek berusia 21 tahun itu dinilai menunjukkan kematangan bermain yang melampaui usianya, terutama dalam membaca permainan dan menjaga area pertahanan.
Sepanjang pertandingan, Tiago tampil lugas dan jarang melakukan kesalahan fatal. Ia mampu menjaga kedalaman garis pertahanan sekaligus berani mengambil keputusan penting saat mendapat tekanan dari lini depan Milan.
Penampilan solid tersebut membuat namanya kian menguat dalam daftar target transfer AC Milan. Manajemen Rossoneri disebut melihat Tiago sebagai investasi jangka panjang yang sejalan dengan proyek peremajaan skuad.
Namun, ketertarikan Milan tentu tidak datang tanpa konsekuensi finansial. Lecce dikabarkan telah mematok banderol sekitar 20 juta euro bagi klub mana pun yang ingin memboyong bek jangkung tersebut.
Nilai tersebut mencerminkan status Tiago sebagai salah satu aset paling berharga Lecce saat ini. Meski demikian, peluang kepindahannya dalam waktu dekat dinilai cukup kecil karena Lecce masih berkutat di papan bawah klasemen.
Situasi Lecce yang tengah berjuang keluar dari ancaman degradasi membuat manajemen klub enggan melepas pemain kunci di tengah musim. Tiago Gabriel dipandang sebagai figur sentral yang sulit tergantikan di lini pertahanan.
Kepercayaan tersebut sejalan dengan penilaian sang pelatih, Eusebio Di Francesco. Ia secara terbuka memuji performa Tiago yang dinilainya tampil luar biasa, terutama dalam menjaga organisasi pertahanan tim.
Di Francesco juga menyoroti keberanian Tiago dalam menjaga garis pertahanan tetap tinggi. Pendekatan tersebut dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan tim saat menghadapi tekanan lawan.



