Simpanan Valas Tumbuh 3,7 Persen Imbas Bunga Tabungan Dolar AS Naik

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk valuta asing mencatat kenaikan secara kontinyu.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk valuta asing mencatat kenaikan secara kontinyu. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk valuta asing mencatat kenaikan secara kontinyu. Kondisi ini terjadi setelah bank-bank memberikan suku bunga yang menarik untuk tabungan dolar AS.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba mengungkapkan bahwa data rekening dan nominal simpanan valas mengalami tren penguatan hingga September 2025.

Baca Juga:
Prabowo Sudah Teken Aturan Terbaru DHE SDA, Dolar Eksportir Wajib Disimpan di Himbara

“Mengenai rekening dan simpanan valas, memang ada kenaikan DPK valas sebesar 3,73 persen,” ujar Ferdinan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Kendati demikian, Ferdinan melihat suku bunga pasar untuk simpanan valas mulai bergerak turun dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas valuta asing di industri perbankan saat ini masih dalam kondisi yang sangat memadai.

Baca Juga:
Rupiah Loyo Lawan Dolar AS, Sore Ini Nyaris Tembus Rp17.000 per USD

Ketersediaan likuiditas yang melimpah membuat perbankan tidak perlu jor-joran menawarkan bunga tinggi untuk menjaring dana valas dari nasabah. Berdasarkan kondisi pasar tersebut, LPS memutuskan untuk tidak mengubah besaran bunga penjaminan.

LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan simpanan valas di bank umum tetap berada di level 2 persen. Kebijakan ini akan berlaku efektif untuk periode 1 Februari hingga 31 Mei 2026.

Ferdinan menegaskan, LPS akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan dana simpanan dan fluktuasi suku bunga valas di pasar global maupun domestik. Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan penjaminan tetap relevan dan mampu menjaga stabilitas sistem perbankan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bara JP Gabung PSI, Sahat Sinurat: Pintu Terbuka Lebar Untuk Semua Sukarelawan Jokowi
• 32 menit lalujpnn.com
thumb
Agen Imigrasi AS Tuai Kecaman Usai Gunakan Anak Dibawah Umur sebagai Umpan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Kenalkan Danantara di WEF Davos, Pede RI Mitra Setara Investasi Global
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kompensasi Penutupan Tambang di Bogor Dilakukan Bertahap
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Identifikasi DNA Rampung, Polisi Serahkan Tiga Jenazah Korban Bencana ke Keluarga
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.