Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Padang
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban bencana melalui hasil uji DNA Pusdokkes Mabes Polri. Penyerahan hasil identifikasi dilakukan secara khidmat di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kamis, 22 Januari 2026.
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menyatakan bahwa identifikasi ini merupakan komitmen Polri untuk memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan kepada keluarga korban, meski proses teknis di laboratorium memerlukan waktu yang cukup lama.
"Komitmen Bapak Kapolri dan Kapolda jelas, kami akan terus berupaya mengidentifikasi jenazah hingga tuntas. Hari ini, berdasarkan hasil uji DNA dari Mabes Polri, tiga korban tambahan telah teridentifikasi," ujar Brigjen Pol Solihin kutip Jumat, 23 Januari 2026.
Ketiga korban yang berhasil diidentifikasi yakni, Jaruni (67), asal Lubuk Alung, Padang Pariaman. Teridentifikasi melalui kecocokan DNA dengan anak kandungnya.
Dusra Maini, asal Kabupaten Agam. Teridentifikasi sebagai ayah biologis dari Ihwanda Saputra.
Irna Silvia (47), asal Kabupaten Agam. Teridentifikasi sebagai ibu biologis dari Hanyfah Salsabila.
Jenazah Jaruni yang selama ini berada di ruang pendingin RS Bhayangkara langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke Lubuk Alung.
Sementara itu, dua korban lainnya asal Agam telah dimakamkan sebelumnya di TPU setempat dan status identifikasinya kini telah dinyatakan valid secara medis.
Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, dr. Faisal, menjelaskan bahwa hingga saat ini total jenazah yang berhasil teridentifikasi mencapai 226 orang.
Namun, masih terdapat 28 kantong jenazah atau bagian tubuh yang belum teridentifikasi di RS Bhayangkara.
"Tantangan utama kami adalah ketersediaan sampel DNA pembanding dari keluarga inti. Kami sangat mengharapkan warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke posko antemortem agar proses identifikasi sisa jenazah ini bisa segera tuntas," kata dr. Faisal.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menekankan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dalam proses ini. Selain identifikasi fisik, Polri juga memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Kehadiran kami bukan sekadar penegakan hukum, tapi memastikan seluruh proses dari identifikasi hingga pemakaman berjalan lancar demi memberikan ketenangan bagi keluarga," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews



