Harga minyak mentah dunia melemah sekitar 2 persen dan menyentuh level terendah dalam sepekan pada perdagangan Kamis (22/1). Penurunan ini dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan ancaman terhadap Greenland dan Iran, serta munculnya perkembangan positif yang membuka peluang berakhirnya perang Rusia-Ukraina.
Minyak mentah Brent tercatat turun USD 1,18 atau 1,8 persen dan ditutup di level USD 64,06 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat melemah USD 1,26 atau 2,1 persen ke posisi USD 59,36 per barel, yang merupakan level terendah dalam sepekan terakhir.
Pasar juga merespons pernyataan Trump yang menyebut dirinya telah mengamankan akses penuh dan permanen Amerika Serikat ke Greenland melalui sebuah kesepakatan dengan NATO. Kepala NATO menegaskan bahwa negara-negara sekutu perlu meningkatkan komitmen mereka dalam menjaga keamanan kawasan Arktik guna menghadapi ancaman dari Rusia dan China.
Di sisi lain, ketegangan hubungan internasional masih membayangi. Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk meninjau kembali hubungan dengan AS.
CPO
Harga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) terpantau mengalami pelemahan pada penutupan hari Kamis (23/1). Berdasarkan situs Barchart, harga CPO melemah 0,48 persen menjadi MYR 4.177 per ton.
Batu Bara
Selain itu harga batu bara terpantau naik. Berdasarkan situs ICE Newcastle, harga batu bara naik 0,18 persen ke level USD 109.55 per ton.
Nikel
Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) terpantau stabil di angka USD 17.996.
Timah
Harga timah berdasarkan London Metal Exchange (LME) naik 0,89 persen menjadi USD 51.877 per ton.

