Pidato Presiden Prabowo di World Economic Forum: Tak Ada Kemakmuran Tanpa Perdamaian

tvonenews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga perdamaian sebagai kunci utama kemajuan sebuah bangsa. 

Hal tersebut ditegaskannya saat berpidato dalam forum bergengsi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1) waktu setempat.

Dalam paparannya, Presiden Prabowo menyoroti situasi global yang kian mencemaskan, mulai dari pecahnya konflik bersenjata di berbagai belahan dunia hingga memudarnya rasa saling percaya antarnegara. 

Ia menegaskan bahwa tanpa adanya stabilitas, pertumbuhan ekonomi hanyalah angan-angan.

"Pada masa yang penuh ketidakpastian, masa ketika perang terus meletus, masa ketika kepercayaan antarnegara semakin rapuh, sejarah mengajarkan kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga. Perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian," ujar Prabowo dengan tegas.

Di hadapan para pemimpin dan pakar dunia, Presiden juga memamerkan capaian ekonomi nasional. 

Ia merujuk pada label "titik terang" ekonomi global yang diberikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) kepada Indonesia. 

Pengakuan ini bukan tanpa alasan, mengingat Indonesia mampu menjaga performa ekonominya tetap stabil di tengah badai krisis keuangan global dan ketegangan politik internasional.

Presiden menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia konsisten tumbuh di atas 5 persen selama puluhan tahun. 

Ia pun optimis tren positif ini akan terus meningkat dengan angka inflasi yang terkendali di level 2 persen, serta defisit anggaran yang terjaga di bawah ambang batas 3 persen.

Prabowo menekankan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia merupakan hasil dari kebijakan yang terukur, bukan sekadar optimisme kosong. 

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa harmoni yang dirasakan Indonesia selama ini bukanlah sebuah kebetulan semata.

"Perdamaian dan stabilitas di Indonesia selama bertahun-tahun tidak terjadi secara kebetulan. Tidak pula terjadi karena keberuntungan. Itu terjadi karena kami, bangsa Indonesia, selalu dan akan terus memilih persatuan dibandingkan fragmentasi, persahabatan dan kolaborasi dibandingkan konfrontasi. Kredibilitas, sekali hilang, sangat mahal untuk dipulihkan," tuturnya.

Untuk diketahui, World Economic Forum (WEF) merupakan organisasi non-pemerintah yang berbasis di Jenewa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KRL ‘Green Line’ Kembali Pulih, Kecepatan Kereta Terbatas
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Maia Estianty Ungkap Alasan Tissa Biani Tak Hadiri Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Produsen Baterai AS Alihkan Rantai Pasok dari Tiongkok ke Korea Selatan, Pakar Beri Penjelasan
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
4 Daftar Nomor Darurat Banjir Bekasi Hari Ini untuk Evakuasi, Warga Wajib Tahu
• 9 jam laludisway.id
thumb
Tarif Listrik 23, 24, 25 Januari Apakah Naik? Ini Rinciannya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.