Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melibatkan partisipasi publik demi meningkatkan kualitas program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satunya membentuk kanal pengaduan melalui platform berbasis web maupun aplikasi mobile sehingga mengetahui situasi terkini mengenai distribusi dan kualitas makanan MBG yang terus menjadi perhatian.
Advertisement
Charles menjelaskan, melalui kanal pengaduan yang terintegrasi, masyarakat bisa menyampaikan keluhan mereka secara langsung dengan mengunggah foto dan deskripsi masalah, sehingga proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
"Dengan anggaran lebih dari Rp 3 triliun untuk program digitalisasi saya rasa bukan hal yang sulit bagi BGN untuk mengadakan fasilitas ini," kata dia dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) mencontohkan platform yang dimaksud bisa meniru aplikasi JAKI yang telah dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta selama ini.
"Keberhasilan program MBG seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi dari dampak nyata terhadap kualitas gizi dan kesehatan masyarakat," ungkap Charles.
Selain itu, menurut dia, keberadaan digitalisasi ini bisa menjadi membuat para Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus memperbaiki diri.
"Ini akan menjadi mekanisme korektif yang memaksa penyedia makanan (SPPG) untuk terus memperbaiki kualitas produk yang diberikan kepada anak-anak dan kelompok rentan lainnya," kata Charles.



