Kronologi Ditangkapnya Buronan Kelas Kakap Asal Rumania di Bali, Ternyata Pembunuh Sadis Paling Dicari di Eropa

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Buronan kelas kakap asal Rumania kini ditangkap di Bali. Sosoknya ternyata pembunuh paling sadis paling dicari di Eropa.

Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Negara Republik Indonesia (Divhubinter Polri) berhasil menangkap Costinel Cosmin Zuleam, pada Kamis (15/1/2026) kemarin. Zuleam merupakan buronan kelas kakap Rumania yang selama ini bersembunyi di Pulau Bali.

Berikut kronologi ditangkapnya buronan kelas kakap asal Rumania di Bali. Sosoknya ternyata pembunuh paling sadis paling dicari di Eropa.

Seorang warga negara asing (WNA) asal Rumania bernama Costinel Cosmin Zuleam (33), yang masuk dalam daftar buronan Interpol, berhasil diamankan tim gabungan di wilayah Denpasar, Provinsi Bali. Pria tersebut diketahui sebagai salah satu buronan paling dicari di Eropa terkait kasus perampokan disertai pembunuhan berencana terhadap seorang pengusaha di negara asalnya pada 6 November 2023.

"Tersangka bersama dua komplotannya menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal, melakukan penyiksaan ekstrem terhadap korban hingga meninggal dunia, dan mengancam anak perempuan korban dengan senjata api," kata Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, dikutip dari Kompas.com,.

Dalam aksi kejahatan tersebut, para pelaku juga membawa kabur sebuah jam tangan mewah senilai 200.000 euro atau sekitar Rp 3,977 miliar (kurs 1 euro: Rp 19.886). Usai melancarkan aksinya, para tersangka langsung melarikan diri ke luar negeri.

Dua rekan Zuleam kemudian berhasil ditangkap di Irlandia dan Skotlandia. Keduanya telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Rumania. Sementara itu, Zuleam tercatat memasuki wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 14 November 2023.

"Tersangka dikenal sebagai individu yang sangat berbahaya dan memiliki kecenderungan kekerasan tinggi, menjadi target utama perburuan Internasional sejak surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh Pengadilan Sibiu pada 19 November 2023," kata dia.

Ia menambahkan, keberadaan Zuleam terungkap setelah Bagian Kejahatan Internasional Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia mendeteksi unggahan di akun Facebook milik tersangka. Selanjutnya, tim NCB Interpol Indonesia berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri serta Polda Bali untuk melakukan operasi penangkapan.

Dalam operasi tertutup selama tiga hari, tim gabungan akhirnya berhasil meringkus tersangka di wilayah Kota Denpasar pada 15 Januari 2026. Sementara itu, Kabagjatranin Set NCB Interpol Divhubinter Kombes Pol Ricky Purnama menyampaikan bahwa selama berada di Bali, tersangka kerap berpindah-pindah tempat tinggal dan tidak melakukan aktivitas mencolok guna menghindari pantauan aparat.

"Intinya beliau menyamarkan diri untuk melakukan kegiatan wisata di Bali. Tapi sebenarnya status yang bersangkutan sudah overstay sejak tahun 2023 yang lalu di Bali," kata dia.

 

Saat ini, tersangka telah dipulangkan ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Selasa (20/1/2026) malam.

Lantas siapa sosok Zuleam?

Melansir dari Tribunnews.com, Menurut kantor berita terbesar di Rumania, Zuleam diketahui lahir pada 1993 dan kini berusia 33 tahun. Ia memiliki catatan kriminal panjang, mulai dari kasus pembunuhan hingga perampokan.

Seluruh aksi kejahatan tersebut dirancang dan dilakukan bersama dua orang rekannya. Kasus yang paling menyita perhatian publik Rumania adalah pembunuhan brutal terhadap Adrian Kreiner, seorang pengusaha lokal di Kota Sibiu, Rumania.

Para pelaku terlebih dahulu mengamati rumah korban dan mengetahui bahwa sistem keamanannya tidak berfungsi. Pada malam 6 November 2023, mereka masuk ke rumah tersebut dengan mengenakan penutup wajah (balaclava), lalu menyerang Adrian Kreiner secara kejam.

Korban diikat hingga mengalami penderitaan fisik yang luar biasa. Akibat luka-luka parah yang dideritanya, Adrian Kreiner akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam aksi perampokan itu, para tersangka membawa kabur 16 jam tangan mewah dengan nilai lebih dari 200.000 euro atau sekitar Rp3.976.400.000 (kurs EUR ke IDR: 19.882,00). Mereka juga sempat mengancam akan membunuh putri korban.

Namun, sang anak berhasil menyelamatkan diri setelah menghubungi nomor darurat 112. Usai melakukan kejahatan tersebut, Zuleam melarikan diri dari Rumania untuk menghindari proses hukum.

Sementara itu, dua rekannya berhasil ditangkap di Irlandia dan Skotlandia, lalu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sejak surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh Pengadilan Sibiu pada 19 November 2023, Zuleam resmi menjadi buronan internasional.

Namanya kemudian masuk dalam daftar Red Notice Interpol, yakni permintaan internasional kepada aparat penegak hukum di berbagai negara untuk melacak dan menahan sementara buronan demi proses peradilan atau pelaksanaan hukuman. Singkatnya, keberadaan Zuleam akhirnya terdeteksi, dan diketahui bahwa ia bersembunyi di Bali. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Beberkan Hasil Konkret MBG di Davos, Penerima Nyaris 60 Juta
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
IHSG Mencoba Bangkit, Analis Rekomendasi Saham Ini
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jakarta Dikepung Banjir, Transjakarta Perpendek dan Alihkan Sejumlah Rute
• 23 jam lalumerahputih.com
thumb
Simak Pesona Hyun Bin dengan Akting Memukau di Series Made In Korea
• 29 menit lalubeautynesia.id
thumb
KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Pati, Apa Temuannya?
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.