Jakarta: Awal 2026 Indonesia langsung dihadapkan pada ujian cuaca ekstrem. Banjir kembali melanda di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, merendam ribuan rumah warga, sehingga memaksa warga mengungsi, serta melumpuhkan aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus ditambah pasang air laut dan kondisi atmosfer global, membuat banjir meluas di sejumlah wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan hingga Jawa Barat.
Baca Juga :
Penyebrangan Kapal ke Karimun Jawa Ditunda Imbas Gelombang TinggiBanjir menerjang sejumlah wilayah di Pulau Jawa di antaranya Bekasi, Karawng, Pekalongan, Pati, Kudus, Lamongan, dan Pasuruan.
Baca Juga :
Banjir Rendam Kudus, Warga Diimbau Waspada LeptospirosisKetua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di awal tahun ini, termasuk hujan dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah Pulau Jawa. Ia mengungkapkan beberapa faktor yang memicu, seperti bibit siklon tropis, monsun Asia, dan fenomena atmosfer lainnya.
Kehadiran bibit siklon tropis 97S di Samudra Hindia berpadu dengan penguatan Monsun Asia dan fenomena seruakan dingin, telah memicu pertunbuhan awan hujan masif di sepanjang pesisir utara Jawa.
"Presiden langsung memerintahkan kepada kita untuk seluruh jajaran untuk sekali lagi pertama-tama tentunya penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban di setiap kejadian," kata Mensesneg Prasetyo Hadi.
Sumber: BMKG/Redaksi Metro TV




